Jujur dan Rendah Hati

Mazmur 32

Belum ada komentar 92 Views

Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata, “Aku mengakui pelanggaran-pelanggaranku kepada TUHAN” dan Engkau telah mengangkat beban dosaku. (Mazmur 32:5)

Kita semua pasti setuju bahwa salah satu unsur penting dalam relasi dengan orang lain adalah kejujuran. Sebuah relasi akan terasa hambar dan tidak menyenangkan bila penuh dengan kepura-puraan, bahkan mudah menimbulkan kecurigaan. Demikian pula dalam relasi kita dengan Allah, salah satu unsur penting adalah kejujuran di hadapan-Nya.

Daud mengingatkan tentang betapa pentingnya bersikap jujur di hadapan Allah, terutama dalam mengakui dosa, kesalahan, dan pelanggaran yang dilakukan oleh manusia. Kejujuran itu mencerminkan kerendahan hati dan keterbukaan kepada Allah. Semuanya itu akan menumbuhkan kesadaran untuk bertobat dan mengubah cara hidup umat, serta sekaligus mengalami kebahagiaan atau berkat Allah berupa pengampunan dari-Nya. Sebab hanya mereka yang sungguh-sungguh bertobat dan memperbarui hidupnya yang akan menerima pengampunan dan pembaruan hidup dari Allah.

Tidak seorang pun di antara kita yang luput dari perbuatan dosa. Namun, melalui pengajaran Daud ini kita bersyukur karena Allah menyukai umat yang jujur dan rendah hati dalam mengakui segala dosanya. Kita dipanggil untuk memiliki sikap hati yang demikian, sebab hanya dengan jalan itulah kita akan sadar untuk berubah dan membangun kehidupan yang semakin baik dan berkenan di hadapan Allah. Dalam kejujuran dan kerendahan hati, kita akan merasakan damai sejahtera. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Tuhan, ajar kami untuk senantiasa jujur dan rendah hati di hadapan-Mu, supaya kami beroleh kemurahan-Mu senantiasa. Amin.

Ayat Pendukung: 1 Raj. 19:1-8; Mzm. 32; Ibr. 2:10-18
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...