Jangan Sekadar Tradisi

Matius 15:1-9

Belum ada komentar 26 Views

“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” (Mat. 15:8)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tradisi adalah adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat. Agama pun memiliki tradisi, yang kemudian dapat berubah menjadi rutinitas.

Hal itu juga tampaknya yang terjadi pada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang datang kepada Yesus. Dalam pandangan mereka, murid-murid Yesus telah melanggar tradisi membasuh tangan sebelum makan. Tetapi, Yesus justru menegur orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tersebut. Yesus mengatakan bahwa tradisi yang mereka jalankan tidak sesuai dengan kehendak Allah. Mereka melanggar perintah Allah demi adat istiadat. Hal yang penting, seperti pemeliharaan terhadap orang tua- yang diperintahkan Allah-justru mereka lalaikan dengan dalih memberikan persembahan kepada Allah. Menghormati dan memelihara orang tua adalah perintah Allah, sehingga perintah itu seharusnya dilakukan lebih daripada tradisi. Jawaban Yesus menunjukkan kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang mendakwa para murid, bahwa mereka menjalankan perintah manusia, bukan perintah Allah. Mereka memuliakan Allah dengan bibirnya, tetapi hati mereka jauh dari Allah.

Kita pun diingatkan agar tidak terjebak pada tradisi; sekadar melakukan kebiasaan, tanpa memahami apakah tradisi itu sesuai dengan kehendak Allah atau tidak. Mari sungguh-sungguh belajar memahami kehendak Allah, sehingga kita pun dapat mengkritisi tradisi. [Pdt. Hobert V.G. Ospara]

DOA:
Berikanlah kami hikmat untuk memahami setiap tradisi yang Tuhan anugerahkan agar kami semakin memahami kehendak-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 22:2-16; Ayb. 20:1-29; Mat. 15:1-9
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Rumah Doa
    Lukas 19:45-48
    Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun. (Luk. 19:46) Di sepanjang pelayanan-Nya,...
  • Jangan Keras Kepala
    “Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti...
  • Roh Di Dalammu Lebih Besar
    1 Yohanes 4:1-6
    Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu...
  • Menilai Zaman
    Matius 24:15-27
    “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” (Luk. 12:56)...
  • Jangan Terkecoh
    Matius 24:15-27
    “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya...