Iri Hatikah Kita?

Matius 20:1-16

Belum ada komentar 114 Views

“Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Mat. 20:15)

Dalam sebuah acara permainan, panitia menyediakan hadiah bagi peserta. Semua peserta mendapatkan hadiah, baik yang menang maupun kalah. Bahkan, hadiahnya pun sama. Panitia mengatakan bahwa permainan hanya untuk seru-seruan saja, dan semua orang yang berpartisipasi berhak mendapatkan apresiasi. Apakah Anda setuju dengan hal ini? Bisa jadi setuju, tetapi bisa juga tidak karena merasa tidak adil dengan yang menang. Jika semua diberi hadiah, setidaknya hadiah pemenang lebih bagus dari yang kalah. Bagaimana jika itu tentang hidup kita; tentang kasih Tuhan yang Ia berikan sama kepada setiap orang?

Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang seorang tuan yang mencari pekerja bagi kebun anggurnya. Pagi-pagi, ia mendapati pekerja yang setuju dengan sedinar sehari. Itu adalah upah standar yang berlaku pada saat itu. Upah normal. Tuan itu keluar lagi pada jam 9, jam 12, jam 3, dan jam 5 dan mendapati ada orang-orang yang mengganggur. Mereka mengganggur bukan karena malas, tetapi karena tidak mendapat pekerjaan, “tidak ada orang yang mengupah kami” (ay. 7). Setelah semua bekerja, tuan itu berbelas kasih dengan memberi upah yang sama: satu dinar. Namun, kebaikan hati tuan itu menimbulkan rasa iri dari orang-orang yang bekerja sejak pagi-pagi.

Belas kasih dan kebaikan Tuhan itu berlaku bagi semua orang. Tuhan hendak menyelamatkan semua orang. Tak masalah, apakah kita setuju ataupun tidak. [Pdt. Novita]

REFLEKSI:
Ikut bahagia melihat orang lain bahagia adalah cara untuk menggandakan kebahagiaan kita.

Ayat Pendukung: Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp 1:21-30; Mat. 20:1-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menghormati Kekudusan-Nya
    Keluaran 3:1-12
    … tempat engkau berdiri itu adalah tanah yang kudus…Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. (Keluaran 3:5b,...
  • Kepada-Mu Aku Percaya
    Mazmur 31:1-5, 15-16
    Tetapi, aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” (Mazmur 31:15) Beriman kepada Tuhan bukan berarti tidak...
  • Apa Yang Engkau Kehendaki?
    Matius 20:17-28
    Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya, “Nyatakanlah supaya kedua anakku ini duduk di dalam Kerajaan-Mu, seorang di sebelah kanan-Mu...
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...