IBU TUHAN?

Lukas 1:39-45, (46-55)

Belum ada komentar 104 Views

Lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Lukas 1:42-43)

Elisabet, istri Zakharia menyebut Maria sebagai “Ibu Tuhan” (meter tou Kuriou). Allah adalah kekal, tidak memiliki ibu atau ayah. Namun, sebutan “Ibu Tuhan” bagi Maria diberikan karena ia diizinkan mengandung dari Roh Kudus. Maria mengandung Kristus yang adalah Sang Firman Allah untuk menjadi manusia.

Kedudukan dan peran Maria sangatlah istimewa. la diberkati melampaui semua perempuan. Di dalam dan melalui Maria, Sang Firman Allah menjadi daging. Karena itu kodrat kemanusiaan atau kebertubuhan Yesus berasal dari Maria. Sosok Maria adalah manusia yang berdosa dan terbatas, tetapi karena ia diizinkan mengandung Sang Kristus, Maria dijadikan Allah sebagai perempuan yang istimewa. Lebih daripada itu Maria diizinkan Allah menjadi “finitum capax infiniti” (yang terbatas mengandung yang tak terbatas).

Melalui Kristus kita mengenal diri Allah yang tak terbatas. Karena itu, inkarnasi Kristus tidak dapat dilepaskan dari peranan Maria. la adalah ibu setiap orang percaya. Sikap iman dan kasih Maria menjadi teladan bagi umat tentang bagaimana seharusnya percaya kepada Allah. Meskipun dijadikan sebagai “Ibu Tuhan”, Maria tidak memegahkan diri. la menempatkan dirinya sebagai seorang hamba. Pujian dan penghormatan kepada Maria tidak dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian umat dari Kristus selaku pengantara antara Allah dan manusia (1Tim. 2:5). Namun, semakin kita mengasihi Kristus, maka kita akan semakin mengasihi Maria. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

DOA:
Terpujilah Engkau, ya Allah. Sebab melalui Maria, Sang Firman Allah berinkarnasi menjadi manusia. Mampukan kami beriman seperti Maria. Amin.

Ayat Pendukung: Mi. 5:2-5a; Mzm. 80:1-7; Ibr. 10:5-10; Luk. 1:39-45, (46-55)
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • MENCLA-MENCLE
    Matius 16:21-28
    “… sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Matius 16:23c) “Mencla-mencle” adalah istilah...
  • Terima Kasih
    Matius 8:14-17
    …Ia pun bangun dan melayani Dia. (Matius 8:15b) Ada dua kata yang diajarkan oleh orangtua ketika kita masih kecil,...
  • Menahan Kejahatan
    2 Tesalonika 2:7-12
    Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan….(2 Tesalonika 2:7a) Kemudahan dalam memperoleh akses...
  • IMITASI
    Efesus 5:1-6
    Sebab itu, sebagai anak-anak yang terkasih, teladanilah Allah. (Efesus 5:1) Seorang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Proses ini dikenal...
  • Cinta Dan Pengorbanan
    Matius 26:6-13
    “Untuk apa pemborosan ini?” (Matius 26:8b) Ungkapan “cinta perlu pengorbanan” sering digunakan untuk menggambarkan bukti cinta yang sejati. Secara...