Harapan Di Tengah Krisis

Yohanes 1:1-9

Belum ada komentar 132 Views

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:9)

Krisis selalu memiliki dua sisi. Satu sisi adalah ancaman, tetapi di sisi lain terdapat peluang. Di era kemajuan teknologi informasi, kita berhadapan dengan krisis. Tatanan lama runtuh, tetapi peluang baru bermunculan. Banyak usaha yang dikelola secara tradisional gulung tikar, namun banyak pula usaha baru lahir. Harapan selalu ada.

Injil Yohanes menyuguhkan kesaksian iman tentang Allah yang menjadi manusia. Kehadiran Allah dalam rupa manusia membawa harapan di tengah dunia. Ia ibarat terang yang datang di tengah kegelapan. Di dalam Dia, Allah menciptakan segala sesuatu. Tanpa Dia, tidak ada sesuatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Ia adalah Sang Pencipta. Karena itu, tidak ada yang kebetulan di dunia. Semua terjadi dalam izin dan kendali Tuhan. Separah apa pun badai hidup, segelap apa pun kenyataan, manusia tidak sendiri. Ada Yesus Kristus, Sang Terang, Allah yang menjadi manusia, yang hadir memberikan kekuatan bagi manusia.

Sahabat, keyakinan akan kehadiran Kristus sebagai Sang Terang membuka harapan di tengah krisis. Bersama Kristus, kita dapat melihat krisis sebagai peluang, bukan ancaman, karena Ia hadir dengan energi kreatif. Ia selalu menyertai dan memberikan kekuatan baru. Di era disrupsi teknologi digital dewasa ini, keyakinan dan harapan itulah yang harus kita hidupi. Krisis boleh saja terjadi, tetapi terang harapan akan selalu datang! [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Harapan itu memberikan kepada kita energi kreatif. Bersama-Nya, kita mampu menghapus kata menyerah dari kamus kehidupan.

Ayat Pendukung: 1 Sam. 15:32-34; Mzm. 23; Yoh. 1:1-9
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...