Hamba Kebenaran

Belum ada komentar 78 Views

Kematian dan kebangkitan Kristus menegaskan bahwa kita pun sudah mati dan bangkit bersama-sama dengan Dia. Kini, kita tidak lagi menyandang status sebagai hamba dosa tetapi hamba kebenaran (Rm. 6:1-11). Inilah yang kemudian menjadi dasar bagi kita untuk terus hidup dalam kebenaran. Oleh karena itu, diperlukan adanya keselarasan antara kata dan perbuatan dari diri kita dengan status kita sebagai hamba kebenaran (bdk. Mat. 10:32). Inilah yang disebut sebagai integritas: keselarasan antara nilai kebenaran yang kita anut dan tindakan yang kita perbuat.

Namun demikian, keadaan seringkali membuat kita sulit untuk menyatakan bahkan menghidupi kebenaran. Tekanan dari jabatan, relasi, dan sebagainya kerap mendorong kita untuk akhirnya tidak berintegritas. Kita akhirnya takut akan merugi atau kehilangan sesuatu yang memengaruhi masa depan dan akhirnya tetap melakukan hal yang salah untuk melindungi diri.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terlebih dahulu memeriksa kembali sumber rasa aman kita. Jika kita yakin bahwa Allah ada bersama dengan kita, maka kita akan memiliki keberanian untuk melakukan dan menyatakan kebenaran. Marilah kita terus menghidupi status kita sebagai hamba kebenaran dengan berani karena Allah selalu menyertai kita!

EAS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...