Enggak Dapat Apa-apa

Ibrani 10:19-25

Belum ada komentar 70 Views

Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus … oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. (Ibr. 10:22)

“Saya enggak dapat apa-apa hari ini!” ujar seseorang usai kebaktian. Pernahkah kita mendengar ucapan seperti itu? Ungkapan tersebut merupakan ekspresi ketidakpuasan seseorang terhadap ibadah yang diikuti dan tidak sesuai dengan harapannya. Hal ini menyiratkan bahwa ibadah dihayati sebagai momentum untuk memuaskan kebutuhan spiritual seseorang.

Berbeda dengan penghayatan di atas. Penulis surat Ibrani justru memaknai ibadah sebagai sarana mensyukuri karya keselamatan Kristus yang telah memuaskan kehidupan manusia. Ia mengatakan, “Hati kita telah dibersihkan … dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni” (Ibr. 10:22). Oleh karena itu, ibadah semestinya dilakukan dengan hati yang tulus. Bukan persoalan jika seseorang enggak dapat apa-apa di dalam ibadah karena memang ibadah bukan untuk mendapatkan sesuatu. Ibadah menjadi momentum orang-orang percaya merespons anugerah Allah yang telah memuaskan kehidupannya. Undangan untuk giat beribadah merupakan ajakan agar umat giat memberi hidupnya untuk melakukan pekerjaan Tuhan.

Merasa “enggak dapat apa-apa” di dalam ibadah semestinya tidak menjadi persoalan. Yang menjadi persoalan justru saat kita enggan memberikan apa pun di dalam peribadahan. Memberi enggak melulu soal persembahan, tetapi bisa melalui partisipasi di dalam ibadah. Dengan begitu, kita sedang melatih diri untuk terus beribadah dengan hati yang penuh ketulusan. [Pdt. Hizkia Anugrah Gunawan]

DOA:
Tuhan ajar aku agar selalu memiliki hati yang tulus dalam beribadah. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 20; Kel. 40:1-15; Ibr. 10:19-25
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...