EKSODUS KE MESIR

Yesaya 63:7-9; Mz. 148; Ibrani 2:10-18; Matius 2:13-23

Belum ada komentar 42 Views

Kisah eksodus ke Mesir mau menegaskan:

Dunia tempat Yesus datang dan lahir bukanlah dunia yang sempurna. Di dalamnya ada banyak penderitaan, kekerasan dan ketidakadilan seperti yang terjadi di Betlehem. Ke dalam dunia yang penuh penderitaan manusia itulah Yesus datang. Melalui kehadiran Yesus Kristus, Allah datang dan masuk ke dalam penderitaan manusia dan ikut berbelarasa dengan manusia yang menderita.

Allah tidak menyingkirkan bahaya dengan mencegah Herodes secara Ajaib, melainkan menuntun keluarga kecil Yusuf untuk mengungsi ke Mesir. Ini menunjukkan bahwa penyertaan Tuhan tidak selalu berarti bebas dari bahaya, tetapi dijaga dan dituntun di tengah bahaya.

Sebagai anak Tuhan, kita tidak pernah bebas dari bahaya dan penderitaan, namun kita selalu dituntun dan dijaga melewati segala bahaya. Bersama Dia, kita terus melangkah dengan sebuah keyakinan: Bahwa Allah adalah Tuhan yang hadir dan menyertai kita. Dialah sang Imanuel, Allah yang tidak pernah meninggalkan kita! (RDJ)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...