Ditemukan Oleh ALLAH

Lukas 19:1-10

Belum ada komentar 319 Views

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Luk. 19:10)

Adakah indikator untuk menentukan bahwa seseorang memiliki relasi yang baik dengan Allah? Apakah berkat kekayaan dalam jumlah tertentu, atau nama besar dan kelakuan baik, atau sikap rajin beribadah dapat menjadi indikatornya? Sebelum bertemu Yesus, bagaimana relasi Zakheus dengan Allah menurut Anda? Apakah Zakheus dengan Allah tidak memiliki hubungan, atau ada sesuatu yang membuat hubungannya dengan Allah tidak terasa akrab? Menarik bahwa Yesus menyebut Zakheus sebagai “yang hilang”. Mengapa Yesus menyebutnya demikian?

Rasa penasaran Zakheus terhadap Yesus jelas menunjukkan sesuatu. Orang-orang mungkin melihatnya sebagai orang yang berkelimpahan dan tidak kekurangan suatu apa pun. Namun, dari perikop ini kita menangkap kesan bahwa meskipun telah memiliki banyak hal, Zakheus masih merasa kehilangan sesuatu. Keinginannya melihat Yesus menunjukkan bahwa jauh di lubuk hatinya, ia masih mencari sesuatu yang lebih dalam. Yesus menyadari bahwa Zakheus bukan sedang kehilangan, melainkan terhilang. Ia belum menyadari arti kehadiran Tuhan di dalam hidupnya dan belum mengetahui bahwa ia juga adalah anak yang dikasihi Allah. Kehadiran Yesus membuat Zakheus merasa ditemukan. Hal itu pun menumbuhkan imannya kepada Allah.

Beriman berarti menyadari bahwa diri kita terkoneksi dengan Allah; dikasihi oleh-Nya dan mengasihi-Nya. Lalu, bagaimana dengan kita? Sudahkah kita ditemukan dan merasa terhubung dengan Allah? [Pdt. Agetta Putri Awijaya]

REFLEKSI:
Iman tumbuh dari perasaan terhubung dan dikasihi oleh Allah.

Ayat Pendukung: Mzm. 67; Ams. 2:9-15; Luk. 19:1-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...