Diselamatkan Dalam Pengharapan

Roma 8:22-25

Belum ada komentar 105 Views

Sebab, kita diselamatkan dalam pengharapan. Namun, pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi. Sebab, bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dillihatnya? (Roma 8:24)

Warna liturgi masa Adven adalah ungu. Makna warna ungu adalah bahwa umat dipanggil oleh Allah untuk hidup dalam pengharapan. Iman dan kasih akan sirna apabila kita kehilangan pengharapan. Pengharapan bagaikan api kehidupan yang tidak boleh redup atau padam, ia harus tetap menyala dalam kegelapan.

Pengharapan adalah kemampuan rohani untuk tetap percaya meskipun belum melihat secara indrawi. Kita menaruh pengharapan bukan berdasarkan impian atau imajinasi. Namun, pengharapan kita berasal dari Allah. Karena itu hakikat pengharapan didasarkan pada sikap iman yang percaya akan janji-Nya. Janji Allah dipersaksikan melalui sabda Kristus. Beberapa orang sering merasa kecewa dan berputus asa karena mereka membangun pengharapan secara ilusif. Mereka menantikan janji Allah, tetapi tidak berusaha menghidupi firman-Nya.

Karena belum kita lihat, pengharapan membutuhkan akar yang kokoh yaitu persekutuan pribadi dengan Kristus. Allah di dalam Kristus berada di depan dan memimpin kita ke depan kepada rencana-Nya. Karena itu kita harus meninggalkan zona nyaman dan kepentingan diri. Di dalam dan melalui Kristus kita memiliki pengharapan, yaitu menjadi saksi-Nya untuk mendatangkan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan. Pengharapan kita wujudkan dengan mengerjakan pekerjaan- pekerjaan Allah secara kreatif, proaktif, dan transformatif. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

DOA:
Bapa, karuniakanlah pengharapan kepada kami, agar semangat kami tidak pernah padam walau keadaan sering melemahkan iman kami. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 40:1-11; Mzm. 126; Rm. 8:22-25
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...
  • Akulah Domba-Nya, Itu Cukup Bagiku
    Mazmur 23
    TUHANlah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1) Domba tidak khawatir akan jalan yang ditempuhnya karena ia percaya kepada sang...
  • Mukjizat Terbesar
    Yohanes 21:1-14
    Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau?”...
  • Memilih Hikmat, Memilih Kehidupan
    Amsal 8:32 - 9:6
    “Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan kepadanya. Tetapi, siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang...