dunia

Bukan Dari Dunia Tapi Di Dalam Dunia

Yohanes 17:6-19

Belum ada komentar 116 Views

Doa terakhir Yesus yang direkam hanya di dalam Injil Yohanes ini sangat mendalam dan menawan. Ia berdoa bukan hanya bagi para murid-Nya saat itu, namun juga bagi kita saat ini, yaitu mereka “yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka” (ay. 20). Jadi, doa Yesus ini bersifat eskatologis, artinya, ia menunjuk pada umat percaya di segala abad dan tempat, hingga sampai akhir zaman. Inti doanya berdimensi ganda. Di satu sisi, Ia berdoa untuk kesatuan umat-Nya, sebagaimana tampil lewat kata-kata, “supaya mereka semua menjadi satu” (ay. 11, 21-23). Di sisi lain, ia berdoa agar para murid-Nya menyadari identitas mereka berhadapan dengan dunia.

Perihal identitas para murid di hadapan dunia, simaklah bagaimana Yesus menyajikan sedikitnya tiga dimensi dari identitas Kristiani: di dalam dunia (ay. 11), bukan dari dunia (ay. 14), dan diutus ke dalam dunia (ay. 18).

Identitas “di dalam dunia” menunjukkan habitasi. Tak ada tempat tinggal lain bagi orang Kristen selain dunia ini. Identitas “bukan dari dunia” menunjukkan distingsi, faktor pembeda orang Kristen dengan dunia, sebab Kristuslah yang menegaskan identitas Kristiani kita. Akhirnya, ketegangan antara habitasi dan distingsi ini dijembatani oleh misi, yaitu identitas para murid yang “diutus ke dalam dunia.”

Ketiga dimensi ini sama pentingnya dan kita tak boleh menekankan yang satu dengan ongkos kedua dimensi lainnya. Terlampau menekankan habitas “ di dalam dunia ” akan mudah menggelincirkan kita ke dalam hidup yang kompromistis. Terlampau menekankan distingsi “bukan dari dunia” akan menjerumuskan kita ke dalam sikap tak acuh pada dunia. Akhirnya, terlampau menekankan misi “ke dalam dunia” dapat membuat kita menjadi komunitas yang arogan, jika tidak malah agresif. Oleh karena itu, selamat menjaga ketegangan dari ketiga dimensi kita sebagai orang Kristen di dalam, bukan dari, sekaligus diutus ke dalam dunia.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...
  • Hidup Berhikmat, Cukuplah
    Yohanes 6:51-58
    Bagaimana kamu hidup? Pernahkah kita memperhatikan bagaimana kita hidup, mencermati, mengevaluasi dan merefleksikannya? Bagaimana kita telah mempergunakan waktu yang...