Blindspot

Blindspot

Belum ada komentar 201 Views

Blindspot (titik-buta) adalah salah satu penyebab terbanyak kecelakaan di jalan raya, khususnya jalan toll. Yang dimaksud dengan blindspot adalah area yang tidak mampu tertangkap oleh kaca spion samping kita atau pandangan mata kita ke luar jendela mobil. Jika ternyata ada kendaraan lain di daerah blindspot dan kita mengira tak ada kendaraan di sebelah kita, setelah melihat ke samping melalui jendela dan kaca spion, lalu kita berbelok ke samping, maka tabrakan dengan mudah akan terjadi. Blindspot juga menjadi istilah medis popular untuk scotoma, yaitu sebuah titik di wilayah penglihatan yang tak terlihat karena keterbatasan sel mata di retina dalam mendeteksi cahaya.

Iman kita juga kerap memiliki blindspot. Selalu ada wilayah yang tak terjangkau oleh pemahaman iman kita; tentang cara kerja Allah, tentang misteri kehidupan, tentang jalannya sebuah peristiwa, tentang cintakasih dan tentang seribu satu soal lain. Selalu saja ada yang tak tampak, karena kedalaman dan misteri hidup selalu melampaui indera penglihatan kita dan kemampuan logika berpikir kita.

Bacaan kita minggu ini memberi dua contoh yang menarik. Kisah pemilihan Daud menjadi raja (1Sam. 15:34-16:13) diawali dengan keyakinan Samuel bahwa Eliab, kakak Daud, adalah yang dipilih Allah. Namun Allah berkata, “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (ay. 7). Justru Daud yang “kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok” (ay. 12) yang dipilih Allah. Daud adalah blindspot Samuel saat itu. Kisah kedua dalam bentuk perumpamaan yang Yesus berikan (Mrk. 4:26-34), perihal tak diketahuinya proses perubahan sebuah benih menjadi tunas, menjadi besar, mengeluarkan tangkai, lalu menghasilkan bulir dan seterusnya. Mata manusia tak mampu menangkap proses alamiah itu (tentu pada masa kini proses tersebut bisa saja terdeteksi). Yang Yesus mau ajarkan tak lain adalah bahwa manusia selalu saja luput memahami kehidupan dan karya Allah.

Apakah blindspot Anda? Akuilah, kenalilah, syukurilah dan bahkan terimalah. Itulah salah satu tanda bahwa Anda masih seorang manusia. Terbatas dan tak sempurna. Mereka yang mampu merayakan kelemahan dirinya adalah orang yang paling berbahagia di muka bumi ini. Amin.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
  • Hidup Dalam Keramahan Dan Cinta
    Yehezkiel 18: 1-4, 25-32 Mazmur 25: 1-9 Filipi 2: 1-13. Matius 21: 23-32
    Perubahan ke arah yang lebih baik adalah dambaan semua orang. Saya yakin dan percaya bahwa semua orang, tanpa kecuali...
Kegiatan