Berkenan Di Hadapan Allah

Markus 1:4-11

Belum ada komentar 144 Views

Baptisan Yesus menjadi peristiwa peneguhan yang dinyatakan Allah bukan saja bagi Yesus tetapi juga bagi setiap orang. Bagi setiap orang yang masih meragukan identitas dan misi Yesus di dunia. Seruan Allah menegaskan kepada kita bahwa Allah berkenan kepada Yesus. Yesus adalah Anak Allah yang dikasihi oleh Sang Bapa. Jadi dalam seruan ini ditegaskan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Hidup dan misi Yesus berkenan di hadapan Allah sebab misi itu datangnya dari Sang Bapa sendiri.

Identitas Yesus ini diterima dan disambut dengan penuh keyakinan oleh Yohanes namun tidak oleh orang banyak pada saat itu. Maka peristiwa baptisan menjadi sebuah penyataan jelas Allah akan keberadaan Yesus. Kehadiran Sang Anak mempermuliakan Sang Bapa.

Pada saat ini kita memercayai kehadiran Allah di dalam hidup ini sebagai Sang Anak yang diutus Bapa untuk menyatakan keselamatan bagi dunia. Keyakinan ini juga mengarahkan seluruh kehidupan kita untuk hidup berkenan di hadapan Allah. Hidup berkenan di hadapan Allah adalah hidup yang mengabdi kepada kehendak Allah. Hidup yang diarahkan untuk kemuliaan nama Allah.

Seruan Allah ini pun dinyatakan kepada kita bahwa Ia berkenan juga di hadapan-Nya. Itu artinya kita ini berharga di mata Allah. Kita dipercaya Allah untuk melakukan tanggung jawab yang Allah berikan bagi kita. Kita diberkati Allah untuk melakukan segala sesuatu seturut kehendak Allah. Sungguh menggembirakan ketika kita diperkenankan Allah di hadapan-Nya. Ini adalah sebuah anugerah istimewa. Anugerah yang kita hidupi dengan cara hidup yang memuliakan nama Allah.

DVA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #kekelamandosa #belaskasihAllah #datangdanpulihkanlah
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Hari ini kita memasuki masa Advent (adventus = kedatangan). Dalam empat minggu sebelum Natal, kita akan berada dalam masa...
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
Kegiatan