Berkarya dengan hati

Berkarya dengan hati

Belum ada komentar 16 Views

Dalam budaya hari Raya Purim di Yahudi, ada kebiasaan dimana masyarakat Yahudi harus mencari orang yang lebih miskin (poor) dari dirinya untuk memberikan persembahannya. Tidak diduga, pada waktu itu, bukanlah orang yang paling kaya yang paling murah hati, sebaliknya orang-orang yang paling jarang memberilah yang justru paling siap memberi. Mengapa? Karena merekalah yang benar-benar merasakan pengalaman kekurangan.

Gereja kita hari ini secara formal memasuki usia 26 tahun. Di ulang tahun ini, apa yang akan kita berikan untuk Gereja Tuhan? Ayat ini mengajak kita untuk memberi, bahkan menghasilkan karya dengan hati. Apa yang dapat kita hayati melalui perikop ini?

Pertama, Perlunya Perasaan kekurangan. Perasaan ini bukanlah cara agar kita berteriak meminta tolong atau bahkan menuntut gereja serta orang lain untuk memenuhi kebutuhan kita. Melainkan merupakan cara Tuhan agar kita dapat merasakan apa yang dirasakan orang-orang yang berkekurangan lainnya.

Kedua, Perlunya Pikiran untuk Memberi. Tuhan datang memberikan hidupNya bagi kita. Itu sebabnya hidup Kristiani adalah “hidup memberi”. Seperti Yesus, Paulus dan orang-orang Yahudi, marilah kita belajar memberi sebagian dari diri kita. No gift can be in any real sense a gift unless the giver gives with it a bit of himself.

Ketiga, Perlunya Pengalaman berkelebihan. Paulus yang dipenjara, dicambuk dan menderita karena Kristus, selalu merasa berkelebihan.  Tidak heran jika ia tidak henti-hentinya berdoa bukan untuk dirinya tetapi untuk orang lain. Air matanya tercurah bagi jemaat Tuhan dan hidupnya diberikan bagi Kristus. Ia tahu bahwa kelebihan yang ada pada dirinya adalah titipan Tuhan melalui dirinya untuk orang lain.

Dengan ketiga hal di atas inilah, kita dapat berkarya dengan hati bagi Tuhan, gereja, masyarakat dan keluarga kita. Tuhan memberkati!

Riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...
  • Pemberian
    Di Minggu ini, kita akan bersama diajak untuk merenungkan satu tema, yaitu Makna dalam Peristiwa Pemberian. Kisah percakapan antara...