berdoa

Berdoa Yang Efektif Dan Benar

Belum ada komentar 125 Views

Pak Pendeta Yth.

Saya adalah pendoa yang senantiasa belajar untuk bisa berdoa secara efektif dan benar. Banyak orang mengatakan berdoa itu tidak perlu bertele-tele, sebab Tuhan tahu apa yang akan kita doakan bahkan sebelum kita mengucapkannya. Jadi tanpa memerinci doa kita, Tuhan pasti akan menjawabnya secara lengkap seperti yang kita pikir dan kehendaki karena Dia Maha Tahu.

Namun banyak orang lain lagi yang mengatakan bahwa berdoa itu harus jelas apa maunya, bahkan kalau perlu sebutkan sedetail-detailnya permintaan kita kepada Tuhan supaya jelas bagi-Nya manakala menjawab doa kita. Saya teringat kepada pendeta dari Korea Selatan, Pdt. Paul Yonggi Cho, yang mengajarkan kalau berdoa itu harus jelas dan detail, jika meminta mobil harus jelas disebutkan merek, seri, warna, aksesori, bahkan bila dianggap perlu waktu pemenuhannya.

Beberapa saat yang lalu saya mendengar khotbah pendeta kita yang mengandaikan Abram berani meminta kepada Tuhan batas orang benar di Sodom hingga mungkin ke angka 1 (satu) orang—tidak berhenti di angka 10 seperti pada cerita Alkitab—maka kemungkinan Sodom dan Gomora bisa diselamatkan dari murka Tuhan.

Saya mohon penjelasan dan tuntunan dari Bapak Pendeta agar saya bisa berdoa secara efektif dan benar. (Dwi Ernani S.)

Saudara Dwi Ernani yang baik,

Saya senang bahwa Anda selalu mau belajar berdoa dengan baik. Percayalah bahwa sesuatu yang baik pasti membuahkan hal yang baik juga. Nah, sekarang menjawab pertanyaan Anda:

1. Allah sebagai seorang bapa yang baik tahu persis apa yang baik buat anak-anak-Nya. Namun bukan berarti lalu kita tidak perlu lagi berdoa. Kita tetap harus menyatakan kebutuhan kita, kekhawatiran kita, ketakutan kita dan banyak lainnya. Intinya, doa adalah komunikasi kita antara seorang anak dengan Bapanya.

2. Lalu bagaimana kita berdoa? Harus spesifik dan jelas? Bukan itu yang penting. Berkomunikasilah dengan sang Bapa dengan membawa ‘hati’ Anda. Istilah ‘zaman now’-nya adalah ‘curhat’ (curahan hati). Mau spesifik boleh, mau tidak spesifik ya oke saja. Tiap orang punya cara ‘curhat’-nya masing-masing dengan sang Bapa. Biarkan sang Bapa mendengar ‘suara hati’ Anda dan ‘perjuangkan’ suara hati Anda. Misalnya Anda berdoa ingin lulus ujian, tentu jangan hanya berdoa, tetapi belajarlah. Setelah itu? Ya nantikan saja apa yang Bapa berikan kepada kita. Tidak selalu yang kita minta pasti dikabulkan, tapi Tuhan pasti memberikan yang terbaik buat setiap anak-anak-Nya (meskipun ‘yang terbaik’ itu belum tentu sesuai keinginan kita).

3. Lalu bagaimana dengan doa Abraham untuk Sodom. Kenapa Abraham berhenti pada sepuluh orang benar? Andaikan Abraham meminta untuk satu orang benar, bukankah Sodom akan diselamatkan? Saya kira kita tidak perlu berandai-andai. Faktanya Abraham berhenti pada angka 10, berarti dalam pergumulan iman Abraham, angka 10 adalah batasnya (kurang dari itu ya keterlaluan). Jadi kembali pada apa yang saya katakan tadi, doa itu adalah ‘ruang komunikasi’ antara kita dengan Tuhan. Sebagai anak Tuhan tentu kita bisa menimbang sendiri apa yang baik dengan permintaan kita. Ya berkomunikasilah sesuai yang Anda anggap baik buat Anda. Dan tidak perlu berandai-andai dengan doa Abraham. Kisah Abraham sebenarnya mau menunjukkan betapa jahatnya penduduk kota Sodom sehingga 10 orang benar pun tidak ada. Itu saja!•

>> Pdt. Rudianto Djajakartika

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Pastoralia
  • Supranatural
    Tenaga Supranatural
    Salam hormat Pak Pendeta, Hukum alam yang mengatur jalannya pergerakan planet dan kehidupan seluruh semesta alam dan antariksa diatur...
  • Suara Tuhan
    Mendengar Suara Tuhan
    Pak Pendeta Yth. Saya sering mendengar kesaksian beberapa orang yang berkata bahwa Tuhan berbicara kepada mereka. Misalnya, ketika harus...
  • baptisan
    Baptisan Belum Sah?
    Bapak Pendeta yang baik, Jika memerhatikan apa yang diceritakan dalam Kisah Rasul 8:14-17, terutama pada ayat 16 yang menyatakan:...
  • Seragam Paduan Suara
    Bapak Pendeta yang baik, Bapak Pendeta, Akhir-akhir ini saya memer hatikan bahwa setiap paduan suara atau grup kolintang di...
Kegiatan