Belas Kasih Dan Empati

Matius 12:1-8

Belum ada komentar 207 Views

Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,… mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan,… kecuali oleh imam-imam? (Mat. 12:3-4)

Orang-orang Farisi menegur murid-murid Yesus yang memetik gandum pada hari Sabat. Namun, Yesus membela para murid-Nya itu. Kalau kita membaca dengan teliti, mungkin kita mempertanyakan sikap Yesus ini: “Apa-apaan ini? Jelas- jelas para murid mengambil gandum yang bukan miliknya, bahkan dilakukan di hari Sabat. Sudah mencuri, ditambah lagi melanggar aturan agama. Kok masih dibela, sih?”

Tunggu dulu! Yesus bukanlah penganut: right or wrong is my disciples. Pokoknya bela mati-matian, salah ataupun benar. Sikap Yesus punya dasar, yaitu: (1) Ulangan 23:25 jelas sekali mengizinkan seseorang memetik gandum sekalipun bukan miliknya asal tidak memakai sabit. (2) Dalam 1 Samuel 21:1-6 dikisahkan Daud dan pengikutnya memakan roti sajian yang mestinya hanya boleh dimakan oleh imam saja. Namun, tindakan itu tidak dipandang salah karena kondisi mereka yang kelaparan. Orang-orang Farisi membangun kehidupan beragama melalui pengawasan yang ketat: siapa melanggar hukum yang mana. Sedangkan Yesus menghadirkan kehidupan beragama yang manusiawi. Hal itu ditandai dengan cara memandang sesamanya yang penuh belas kasih dan empatik.

Bagaimana cara beragama kita selama ini: Apakah kaku dan tak manusiawi? Ataukah seperti yang diajarkan Yesus, yaitu menjalankan kehidupan beragama yang dipenuhi dengan belas kasih dan sikap empatik? [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Ajarkan kepada kami, ya Tuhan, untuk senantiasa memiliki belas kasih dan sikap empati kepada sesama kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 40:2-9; Hos. 8:11-14; 10:1-2; Ibr. 13:1-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Jalan Alternatif
    Keluaran 14:1-18
    “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu berdiam diri saja.” (Keluaran 14:14) Dalam kehidupan, kadang kita harus menempuh jalan...
  • ALAM: Lukisan Keajaiban Tuhan
    Mazmur 114
    Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu...
  • BERBUAH
    Matius 21:18-22
    Di pinggir jalan la melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi la tidak menemukann apa-apa pada pohon itu...
  • Menghargai Proses
    Keluaran 12:29-42
    Malam itulah TUHAN berjaga-jaga untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Itulah juga malam untuk semua orang Israel turun...
  • Tuhanlah Penjagaku
    Mazmur 121
    TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. (Mazmur 121:5) Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan...