Belajar Dari Yusuf

Matius 1:19

Belum ada komentar 164 Views

Rasanya tokoh Advent yang paling dianggap tidak terlalu penting adalah Yusuf. Dan memang tidak sepatah kata pun diucapkannya dalam catatan para penginjil. Dan ketika Yesus mulai berkarya tak pernah Yusuf disebut-sebut, karena mungkin waktu itu ia telah meninggal dunia. Yang menurut para penginjil memang patut disebutkan hanyalah ketaatannya.

Ia taat ketika diminta malaikat Tuhan membatalkan rencananya menceraikan Maria yang ternyata kemudian hamil itu. Ia juga taat waktu kepadanya diberitahukan untuk mengungsikan Maria dan Yesus yang masih kecil ke Mesir. Lalu kembali malaikat datang kepadanya dan menyuruhnya kembali karena keadaan telah aman, dan Yusuf membawa keluarganya pulang ke Israel untuk kemudian tinggal di Nazaret.

Memang Yusuf tidak dapat dibandingkan dengan tokoh Advent lain yang besar, seperti Yohanes Pembaptis, atau Maria dan Elisabet. Ia seperti tokoh yang tidak menonjol tetapi berperan besar di balik layar. Allah berkenan memakainya dalam rencana karya penyelamatan-Nya dalam diri Yesus. Dan Yusuf taat. Ketaatannya bukanlah sesuatu yang sederhana, tetapi buah dari pergumulan yang sama sekali tidak mudah. Dengan ketaatannya ia mempertaruhkan harga dirinya dan nama baiknya sebagai laki-laki, bahkan nama baik keluarganya. Kemudian dengan mengungsi ke Mesir ia meresikokan keselamatan Maria dan Yesus. Ketaatan yang mungkin karena pada dasarnya Yusuf adalah seorang yang baik hati. Itu sebabnya Matius mencatatnya sebagai seorang yang tulus hati dan berniat baik (Mat. 1:19). Ketaatan yang hanya mungkin terutama karena percayanya kepada Allah dan karya-Nya.

Mari menyambut kedatangan Kristus dengan belajar dari Yusuf. Belajar dari kesediaannya untuk mempertaruhkan segalanya demi ketaatannya kepada Allah dan karya-Nya. Belajar dari ketulusan hati dan niat baiknya. Belajar dari percayanya yang memampukannya memercayakan segalanya kepada Tuhan.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Belas Kasihan: BERANI BERKURBAN
    ‘Terhapus namanya dari kitab kehidupan’? (Kel. 32:32), ‘Terkutuk dan terpisah dari Kristus’? (Roma 9:3), Wow…sebuah ungkapan yang menunjukkan kesediaan...
  • Belas Kasihan Menggerakkan
    Matius 14:13-21
    Sungguh menarik, perikop bacaan hari ini dimulai dengan sebuah pernyataan: “….tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan…” (Mat. 14:14). Artinya, belas...
  • Jumpai KRISTUS, dan Berubahlah!
    Kita menyadari bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan. Ketika kita membandingkan situasi kita di masa kini dan masa lalu,...
  • Yang Tak Terduga
    2 Raja-raja 7:3-9
    Surprising moment bagi sebagian orang pada moment tertentu menantikan hal ini, misalnya seperti pesta ulang tahun. Deg-degan, jantung yang...