Belajar Dari Yusuf

Matius 1:19

Belum ada komentar 155 Views

Rasanya tokoh Advent yang paling dianggap tidak terlalu penting adalah Yusuf. Dan memang tidak sepatah kata pun diucapkannya dalam catatan para penginjil. Dan ketika Yesus mulai berkarya tak pernah Yusuf disebut-sebut, karena mungkin waktu itu ia telah meninggal dunia. Yang menurut para penginjil memang patut disebutkan hanyalah ketaatannya.

Ia taat ketika diminta malaikat Tuhan membatalkan rencananya menceraikan Maria yang ternyata kemudian hamil itu. Ia juga taat waktu kepadanya diberitahukan untuk mengungsikan Maria dan Yesus yang masih kecil ke Mesir. Lalu kembali malaikat datang kepadanya dan menyuruhnya kembali karena keadaan telah aman, dan Yusuf membawa keluarganya pulang ke Israel untuk kemudian tinggal di Nazaret.

Memang Yusuf tidak dapat dibandingkan dengan tokoh Advent lain yang besar, seperti Yohanes Pembaptis, atau Maria dan Elisabet. Ia seperti tokoh yang tidak menonjol tetapi berperan besar di balik layar. Allah berkenan memakainya dalam rencana karya penyelamatan-Nya dalam diri Yesus. Dan Yusuf taat. Ketaatannya bukanlah sesuatu yang sederhana, tetapi buah dari pergumulan yang sama sekali tidak mudah. Dengan ketaatannya ia mempertaruhkan harga dirinya dan nama baiknya sebagai laki-laki, bahkan nama baik keluarganya. Kemudian dengan mengungsi ke Mesir ia meresikokan keselamatan Maria dan Yesus. Ketaatan yang mungkin karena pada dasarnya Yusuf adalah seorang yang baik hati. Itu sebabnya Matius mencatatnya sebagai seorang yang tulus hati dan berniat baik (Mat. 1:19). Ketaatan yang hanya mungkin terutama karena percayanya kepada Allah dan karya-Nya.

Mari menyambut kedatangan Kristus dengan belajar dari Yusuf. Belajar dari kesediaannya untuk mempertaruhkan segalanya demi ketaatannya kepada Allah dan karya-Nya. Belajar dari ketulusan hati dan niat baiknya. Belajar dari percayanya yang memampukannya memercayakan segalanya kepada Tuhan.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...