Bapa, Anak dan Roh Kudus (Minggu Trinitas)

Bapa, Anak dan Roh Kudus (Minggu Trinitas)

2 Komentar 2354 Views

Nikodemus, pemimpin agama Yahudi yang monoteis itu, tentulah tak bisa memahami dengan baik kata-kata Yesus yang penuh teka-teki, “… jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kebingungan Nikodemus, sesungguhnya, bukan saja menyangkut ketidakmungkinan “dilahirkan kembali,” tetapi juga karena seluruh ucapan Yesus dalam pertemuan mereka berdua itu menghadirkan misteri Allah Tritunggal. Ketiga pribadi ilahi itu-Allah (Bapa), Anak dan Roh-hadir silih berganti dalam kalimat-kalimat Yesus. “Dilahirkan dari Roh,” “Angin (Roh) bertiup ke mana ia mau,” “Sebab Allah mengutus Anak-Nya,” dan serentetan kalimat trinitarian lainnya.

Namun, harus diakui, kebingungan itu kerap melanda orang Kristen juga; Anda dan saya. Persoalannya dua, menurut saya. Pertama, iman Kristen yang trinitarian itu kerap tidak terhayati sepenuhnya dalam seluruh aspek hidup kita. Dalam praktik, kita lebih cenderung menjadi seorang unitarian (hanya satu Allah saja), atau binatarian (Bapa dan Kristus saja). Padahal bahasa trinitarian sungguh menjadi inti iman Kristen, yaitu bahwa di dalam persekutuan ilahi-Bapa, Anak dan Roh Kudus-kita dapat berpartisipasi dan mengalami kehidupan sejati.

Kedua, kita menyangka bahwa hanya dengan memahami misteri Tritunggal kita bisa mengimani-Nya. Ini keliru. Misteri tidak sama dengan masalah. Masalah bisa dan perlu diselesaikan. Namun, misteri bukan untuk diselesaikan. Ia hanya mungkin untuk dihayati dan diimani. Dipuja dan dipuji. Pemahaman dan penjelasan tentang Tritunggal hadir setelah itu, dalam keterbatasan yang harus diakui. Untunglah, kita tak perlu memahami misteri Allah Tritunggal sepenuhnya untuk bisa mengimani-Nya. Yang perlu kita lakukan, yang pertama dan yang utama, adalah menghadirkan diri dipeluk dan direngkuh oleh kehidupan baru yang ditawarkan Sang Bapa, melalui Anak dan Roh Kudus.

Selamat merayakan Hari Trinitas. Hormat bagi Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus!

JA

2 Comments

  1. Jenny Karuh

    Singkat, padat, jelas mudah dipahami untuk memahami Trinitas. 1+1+1=1
    Thanks sudah berbagi pemahaman firman Tuhan.
    Tuhan memberkati.

  2. Harold Maran

    BARU TIGA SAJA KOK REPOT ?

    Suatu hari pada tahun 1990 di Polimak Jayapura, seseorang dari penentang Trinitas menyoal saya soal Iman Kristen tentang Trinitas dan saya jawab bahwa Kekristenan tidak menyembah tiga allah, tapi satu Pribadi Allah yang berkarya dalam tiga keberadaan.
    “Anda percaya Allah Maha Kuasa ?”. Dia jawab “ya”.
    “Apa itu artinya DIA dapat melakukan apa saja termasuk terhadap diri-Nya sendiri ?”. “Tentu saja”, kata orang itu.
    “Apakah kemahakuasaan itu termasuk DIA dapat menjadi apa saja dan berada dimana saja pada saat yang sama ?”. “Ya”, jawab orang tersebut dengan sangat yakin.
    Lalu saya bertanya : “Mengapa anda persoalkan apa yang anda sendiri yakini ? Bukankah Allah Yang Maha Kuasa dapat menjadikan dirinya dalam berbagai wujud dan dalam jumlah yang tak terhingga ?. Bukankah dengan demikian Dia dapat menjadi Bapa sekaligus Anak dan Roh Kudus ? Siapa tolak Trinitas, ia tolak Kemahakuasaan Allah.

    Dua hal ini penting : Pertama, pemahaman kita tentang monoteisme tidak boleh membuat kita mengabaikan kemahakuasaan dan kebebasan Allah. Kedua, jangan ukur Allah yang tidak terbatas dengan ukuran manusia yang terbatas, karna kita tidak bisa menjadi Bapa sekaligus Anak sekaligus Roh Kudus, tetapi Allah bisa !, bahkan bisa lebih dari itu !. “Baru tiga aja kok repot ?”

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...