Allah Memilih, Allah Menyertai

Kejadian 29:1-14

Belum ada komentar 1038 Views

Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban. (Kej. 29:13)

Setelah perjalanan panjang, Yakub tiba di Haran dan berjumpa dengan pamannya, Laban. Putra kesayangan Ribka ini, terpaksa lari dari rumah meninggalkan orang-orang yang dikasihinya karena ambisinya untuk menjadi nomor satu. Ia dengan licik menipu ayahnya untuk mendapatkan berkat yang seharusnya menjadi hak Esau, kakaknya. Serakah, licik, berkomplot melakukan kejahatan, dan melakukan apa pun demi meraih keuntungan pribadi.

Yakub jauh dari sempurna. Tetapi, ketika melihat perjalanan hidupnya, sesungguhnya kita sedang melihat karya kasih Allah. Allah yang telah memilih Yakub, Allah juga yang melindungi Yakub dalam pelarian. Allah membuat perjalanan Yakub berhasil. Perjumpaan dengan Laban, sambutan yang ramah dan penerimaan Laban menjadi bukti penyertaan Allah, meskipun Yakub kurang pantas. Dalam titik inilah, Yakub menyadari besarnya penyertaan dan kasih Tuhan dalam hidupnya.

Kisah Yakub sesunguhnya merupakan potret kisah kehidupan kita. Tuhan telah memilih kita untuk menjadi anak-anak-Nya sejak sebelum kita tercipta. Pilihan-Nya ini berlaku selama-lamanya. Tidak ada satu hal pun yang dapat mengubah kasih-Nya kepada kita, juga kesalahan-kesalahan kita. Dengan kasih-Nya, Allah membimbing kita untuk menyadari penyertaan dan kasih-Nya yang besar dalam hidup kita, sama seperti yang Yakub alami, hingga akhirnya hidup kita pun menjadi selaras dengan rencana dan kehendak-Nya. [Pdt. Eko Priliadona Susetyo]

REFLEKSI:
Tidak ada satu kesalahan pun yang dapat membatalkan kasih Allah kepada kita. Ia sangat mengasihi kita.

Ayat Pendukung: Kid. 2:8-13; Kej. 29:1-14; Rm. 3:1-8
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...