Allah Maha Pengampun

Mikha 7:18-20

Belum ada komentar 722 Views

Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? (Mi. 7:18)

Seorang bapak berseteru dengan tetangganya berpuluh- puluh tahun. Keluarganya sangat prihatin akan situasi ini. Satu kali, saat ia sudah tua, sakit-sakitan dan hampir meninggal, sang istri mengambil inisiatif untuk mendamaikan suaminya dengan tetangganya itu. Ia meminta tolong pendeta untuk membantunya. Berbagai cara diupayakan, namun tidak berhasil, sampai akhirnya tetangga itu sendiri yang datang dan mengulurkan tangan meminta maaf. Bapak ini memaafkan. Keluarga pun merasa lega. Tetapi, tiba-tiba si Bapak mengacungkan tinju dan berteriak, “Ingat, perdamaian ini berlaku hanya kalau aku jadi meninggal.”

Kitab Mikha ditutup dengan satu pernyataan mengenai siapa Allah yang dipercayai (ay.18-19), yaitu Allah yang mengampuni dosa. Dia tidak terus-menerus murka, melainkan penuh kasih setia. Ia Allah yang mau menghapuskan kesalahan dan tidak lagi mengingat
dosa-dosa kita.

Betapa tidak mudahnya mengampuni orang-orang yang telah menyakiti hati kita. Tak jarang kita lebih suka mengingat-ingat setiap kesalahan yang pernah mereka lakukan. Namun, bagaimana seandainya kita adalah orang yang melakukan kesalahan dan orang yang kita sakiti mengampuni kita; bagaimana perasaan kita? Tentunya kita merasa lega dan penuh syukur, bukan? Apa jadinya, bila Tuhan selalu mengingat kesalahan kita? Kita bersyukur, Allah kita adalah Allah yang Mahapengampun. Hiduplah dalam pengampunan itu. [Pdt. Engeline Chandra]

DOA:
Kami bersyukur karena Engkau adalah Allah yang Mahapengampun yang senantiasa mengampuni kesalahan kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 13; Mi. 7:18-20; Gal. 5:2-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Pikiran Jahat
    Matius 9:2-8
    Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu?” (Matius 9:4) Dalam kehidupan kita,...
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...