Allah Maha Pengampun

Mikha 7:18-20

Belum ada komentar 724 Views

Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? (Mi. 7:18)

Seorang bapak berseteru dengan tetangganya berpuluh- puluh tahun. Keluarganya sangat prihatin akan situasi ini. Satu kali, saat ia sudah tua, sakit-sakitan dan hampir meninggal, sang istri mengambil inisiatif untuk mendamaikan suaminya dengan tetangganya itu. Ia meminta tolong pendeta untuk membantunya. Berbagai cara diupayakan, namun tidak berhasil, sampai akhirnya tetangga itu sendiri yang datang dan mengulurkan tangan meminta maaf. Bapak ini memaafkan. Keluarga pun merasa lega. Tetapi, tiba-tiba si Bapak mengacungkan tinju dan berteriak, “Ingat, perdamaian ini berlaku hanya kalau aku jadi meninggal.”

Kitab Mikha ditutup dengan satu pernyataan mengenai siapa Allah yang dipercayai (ay.18-19), yaitu Allah yang mengampuni dosa. Dia tidak terus-menerus murka, melainkan penuh kasih setia. Ia Allah yang mau menghapuskan kesalahan dan tidak lagi mengingat
dosa-dosa kita.

Betapa tidak mudahnya mengampuni orang-orang yang telah menyakiti hati kita. Tak jarang kita lebih suka mengingat-ingat setiap kesalahan yang pernah mereka lakukan. Namun, bagaimana seandainya kita adalah orang yang melakukan kesalahan dan orang yang kita sakiti mengampuni kita; bagaimana perasaan kita? Tentunya kita merasa lega dan penuh syukur, bukan? Apa jadinya, bila Tuhan selalu mengingat kesalahan kita? Kita bersyukur, Allah kita adalah Allah yang Mahapengampun. Hiduplah dalam pengampunan itu. [Pdt. Engeline Chandra]

DOA:
Kami bersyukur karena Engkau adalah Allah yang Mahapengampun yang senantiasa mengampuni kesalahan kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 13; Mi. 7:18-20; Gal. 5:2-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memang Tuhan Allah Kurang Tinggi?
    Mazmur 99
    Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, sujudlah menyembah pada tumpuan kaki-Nya! Dialah yang kudus! (Mazmur 99:5) Si kecil Tina bertanya kepada...
  • Apa Yang Kita Cari?
    Yohanes 6:25-35
    Yesus menjawab mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu...
  • Pemberontakan Versus Kasih Setia
    Keluaran 33:1-6
    “Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, … Kamu akan masuk ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu....
  • KEBENARAN: Jalan Yang Sempit
    Mazmur 97
    Hai orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan...
  • Menyambut Undangan Perjamuan
    Matius 22:1-14
    Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Karena itu, pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan...