Jangan Kesampingkan Perintah Allah

Markus 7:1-13

Belum ada komentar 116 Views

Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus 7:9)

Seorang bapak rajin menulis status rohani di media sosial. Tiap pagi ia menulis ayat Alkitab dan kalimat motivasi. Namun ternyata ia bersikap kasar pada keluarganya dan tak pernah meminta maaf. Orang-orang memuji kesalehannya secara online, tapi orang terdekat merasakan kekosongan kasih. Inilah realitas saat ini: banyak orang tampil saleh di luar, tetapi kosong di dalam.

Markus 7:1-13 mencatat teguran Yesus terhadap orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka mempersoalkan kebiasaan kecil yang dilanggar murid-murid seperti tidak melakukan tradisi cuci tangan. Namun, mereka sendiri justru melanggar hukum Tuhan demi mempertahankan tradisi buatan manusia. Yesus menegur mereka yang pandai menyusun aturan, tetapi menyingkirkan inti kehendak Allah. Yesus menyatakan bahwa hati mereka jauh dari Tuhan meskipun bibir mereka memuliakan Dia. Kesalehan luar menjadi topeng untuk menutupi ketidaktaatan. Yesus tidak menolak tradisi, tetapi mengkritik ketika tradisi menggantikan kebenaran. Sesungguhnya iman sejati bukan soal tampilan tetapi soal ketaatan yang lahir dari hati yang mengasihi Allah. Perintah Tuhan harus selalu lebih utama dari semua bentuk aturan tambahan.

Tuhan menginginkan kita melakukan perintah Allah lebih dari sekadar rutinitas. Dia rindu hati yang taat dan hidup yang mencerminkan kasih-Nya. Yesus memanggil kita kembali kepada inti iman yaitu kebenaran, kasih, dan ketaatan sejati. [Pdt. Sri Agus Patnaningsih]

DOA:
Ya Tuhan, ajar kami taat pada firman-Mu, bukan sekadar tradisi. Bersihkan hati kami agar hidup kami berkenan bagi-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Kel. 6:28-7:13; Mzm. 100; Mrk. 7:1-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tinggal Dalam Kebenaran
    Mazmur 17:1-7, 15
    Tetapi, aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mazmur 17:15)...
  • Sabar Dalam Proses
    Markus 4:30-34
    Namun, setelah ditaburkan, benih itu tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang...
  • Tetap Tekun dan Berhikmat
    Kejadian 30:37-43
    Demikianlah laki-laki itu menjadi kaya raya, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai....
  • Berkat Allah Bagi Alam
    Mazmur 65:8-13
    Maka orang-orang yang tinggal di ujung-ujung bumi, kagum akan tanda-tanda mukjizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan berlalunya senja. Kaubuat bersorak-sorai....
  • Ikut Menghadirkan Kerajaan Surga
    Matius 13:31-33, 44-52
    “Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diaduk ke dalam tepung terigu sebanyak empat puluh liter...