“Siapa saja yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja yang tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap tinggal di atasnya.” (Yohanes 3:36)
Seorang anak kecil dapat mengenali gambar singa dari buku, mengetahui suaranya dari video, bahkan menghafal berbagai fakta tentangnya. Namun, semua pengetahuan itu sangat berbeda dengan pengalaman nyata ketika ia bertemu seekor singa secara langsung. Dalam kehidupan rohani pun, banyak orang mengetahui tentang Yesus, dan mampu mengutip ayat-ayat Alkitab. Namun, apakah kita sungguh-sungguh hidup di dalam relasi dengan Dia?
Bacaan hari ini berbicara tentang Yesus yang datang dari atas, berbeda dengan siapa pun yang berasal dari bumi. Yesus menyampaikan hal-hal surgawi karena Ia berasal dari surga dan memiliki otoritas penuh dari Allah. Allah mengaruniakan Roh kepada-Nya tanpa batas, menunjukkan kasih Bapa kepada Anak, yang kepadanya telah diberikan segala sesuatu. Siapa yang percaya kepada Anak akan beroleh hidup kekal. Percaya kepada Yesus bukan sekadar pengakuan lisan, melainkan ketaatan penuh kepada Dia sebagai satu-satunya jalan menuju hidup yang kekal.
Saudara, percaya kepada Kristus berarti menyerahkan seluruh hidup kepada-Nya—pikiran, keputusan, relasi, serta arah hidup kita. Dunia menawarkan banyak hal yang tampak meyakinkan, tetapi hanya Yesus yang berasal dari atas dan memberikan hidup yang sejati. Marilah kita hidup dengan iman yang aktif: mendengarkan suara-Nya, taat kepada firman-Nya, serta bersaksi melalui hidup yang mencerminkan kasih dan kebenaran-Nya. [Pdt. Natanael Setiadi]
REFLEKSI:
Percaya kepada Yesus bukanlah akhir, tetapi awal dari kehidupan yang sejati dan kekal.
Ayat Pendukung: 1 Raj. 8:54-65; Mzm. 99; Yoh. 3:31-36
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.



Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.