Yesus mengetahui hal itu lalu menyingkir dari sana. (Matius 12:15)
Ayat nas di atas membuka bacaan kita hari ini. Tentu saja kita jadi bertanya-tanya, “Apa yang Tuhan Yesus ketahui? Mengapa Dia harus menyingkir dari sana?” Lalu, saat membaca ayat sebelumnya, kita menemukan ini: “Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan membuat rencana untuk membunuh Dia.” (Mat. 12:14)
Wah, bukannya menjadi jelas, kita justru semakin bertanya-tanya, “Mengapa Tuhan Yesus memilih menghindar? Mengapa Dia tidak memanggil orang-orang Farisi itu dan mengonfrontasi mereka? Apakah Tuhan Yesus takut?” Tentu saja jawabannya adalah: tidak. Bukan karena rasa takut Tuhan Yesus memilih “menyingkir dari sana”, melainkan karena kasih-Nya kepada setiap orang— termasuk kepada para Farisi yang berencana membunuh- Nya. Eh, maksudnya bagaimana? Begini: Tuhan Yesus sebenarnya bisa saja tidak menghindar, melainkan langsung menghadapi dan menghukum orang-orang Farisi itu. Namun, jika itu yang terjadi, mereka akan kehilangan kesempatan untuk mengenal kasih-Nya dan bertobat dari kesalahan mereka. Wow!
Hal yang sama berlaku bagi kita. Jika sampai saat ini kecurangan kita belum terbongkar atau kejahatan kita masih tersembunyi, bukan berarti Tuhan merestui atau memakluminya. Sebaliknya, Dia masih memberi kita kesempatan untuk menyesali kesalahan kita dan bertobat. Jadi, jangan tunda lagi. Segeralah akui segala salah dan dosa kita. Bertobatlah! [Pdt. Timur Citra Sari]
REFLEKSI:
Tuhan tidak menolerir atau memaklumi dosa, melainkan memberi kita kesempatan untuk menyesal dan bertobat. Jangan sia-siakan!
Ayat Pendukung: Yes. 51:1-16; Mzm. 89:5-37; Mat. 12:15-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.




Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.