Berpegang Pada Hikmat

Amsal 7: 1 - 4

Belum ada komentar 91 Views

Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu. Tambatlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu. (Amsal 7:2-3)

Ada tiga aspek penting dalam sebuah proses belajar, yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Aspek kognitif berkaitan dengan kemampuan untuk mendengarkan apa yang diajarkan sehingga pengetahuan dan wawasan berpikir kita bertambah luas. Aspek afektif menekankan bahwa apa yang telah dipelajari harus dipahami serta mengubah pola pikir dan sudut pandang kehidupan kita menjadi semakin baik. Pada akhirnya, semua yang dipelajari dan dipahami itu harus nyata dalam praktik kehidupan sehari-hari. Inilah yang disebut aspek psikomotorik.

Amsal kita hari ini juga berbicara mengenai proses pendidikan. Amsal mengatakan, “Berpeganglah pada perintah- Ku.” Bagaimana cara berpegang pada hikmat Tuhan? Pertama, simpanlah hikmat dalam hati. Artinya, pengajaran hikmat itu harus dipahami dan menjadi ukuran kebenaran dalam pengambilan keputusan, meresap dalam hati dan pikiran kita. Kedua, simpan atau jaga hikmat seperti biji mata. Artinya, hikmat Tuhan harus menjadi cahaya yang menerangi dan memandu langkah kita. Ketiga, kenakan hikmat pada jari dan tuliskan pada loh hati. Hikmat Tuhan harus menjiwai setiap pekerjaan dan perbuatan yang kita lakukan.

Sebagai orang Kristen, kita harus berpegang pada firman Tuhan. Kita bersedia mendengarkan, memahaminya, serta melakukannya. Proses belajar ini harus terus berlangsung sepanjang kehidupan kita. Itulah makna berpegang pada hikmat. [Pdt. Jotje Hanri Karuh]

DOA:
Tuhan, mampukan kami untuk mendengar, memahami, dan melakukan kehendak-Mu dalam sepanjang kehidupan kami. Amin.

Ayat Pendukung: Ams. 7:1-4; Mzm. 124; Ef. 4:7-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Melupakan Hidup Lama
    Mazmur 45:10-17
    Dengarlah, hai Putri, lihatlah, dan pasanglah telingamu, lupakanlah bangsamu dam seisi rumah ayahmu! (Mazmur 45:11) Pernahkah Saudara menyaksikan resepsi...
  • Kecaman Kepedulian
    Matius 11:20-24
    Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya, (Matius 11:20) Pernahkah...
  • Hanya Tuhan, Allah Kami
    1 Raja-raja 18:36-39
    Melihat kejadian itu, seluruh rakyat sujud serta berkata, “TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!” (1 Raja-raja 18:39) Tanpa disadari,...
  • Takhta Allah Tak Goyah
    Mazmur 47
    Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. (Mazmur 47:9) Dalam era digital, kita...
  • SAMBUTLAH DIA!
    Matius 10:40-42
    Siapa saja yang menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan siapa yang menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku....