Hidup Dalam Kebenaran

Yesaya 32:11 - 17

Belum ada komentar 104 Views

Di mana kebenaran ditegakkan, di sana ada damai sejahtera, dan buah kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. (Yesaya 32: 17)

“Hidup dalam kebenaran adalah fondasi yang kuat dari setiap hubungan yang sehat.” Pernyataan ini dengan tegas menyatakan bahwa hidup dalam kebenaran adalah dasar bagi terbentuknya relasi yang sehat antarpribadi atau dalam sebuah komunitas. Hidup tanpa kebenaran hanya akan menghasilkan sikap palsu serta relasi yang rapuh dan membawa petaka.

Yesaya 32:11-17 menggambarkan peringatan TUHAN kepada mereka yang telah jauh dari jalan kebenaran-Nya. Yesaya dipakai TUHAN untuk mengingatkan umat Israel bahwa kehidupan yang tidak berdasarkan pada kebenaran firman- Nya tidak akan menghasilkan ketenangan dan ketenteraman dalam kehidupan bersama. Relasi yang dibangun dalam ketidakbenaran akan rapuh dan membawa kehancuran. Hidup dalam kebenaran berarti menyelaraskan hidup kita dengan kehendak TUHAN, memiliki hati yang peka dan peduli pada sesama di sekitar kita, serta berkomitmen untuk melakukan kehendak-Nya. Untuk bisa hidup dalam kebenaran dibutuhkan kesediaan untuk terus memeriksa hati dan hidup kita apakah sudah selaras dengan kebenaran seperti yang Dia inginkan.

Marilah berkomitmen untuk hidup dalam kebenaran. Mulailah dari diri sendiri, kemudian luaskan pengaruh positif kepada sesama di sekitar kita. Dengan demikian, kita akan menciptakan relasi yang sehat antarpribadi dan dalam komunitas di mana kita berada. [Pdt. Jotje Hanri Karuh]

DOA:
Tuhan, mampukan kami hidup dalam kebenaran sehingga dapat membangun relasi yang sehat dengan sesama yang memuliakan nama-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 32:11-17; Mzm. 104:24-34, 35b; Gal. 5:16-25
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Restart Rohani
    Kejadian 35:1-4
    “Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel. Aku akan membuat mezbah di sana bagi Allah yang telah menjawab aku...
  • Kuangkat Hatiku Kepada-Mu
    Mazmur 86:1-10
    Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat hatiku. (Mazmur 86:4) Seorang pria duduk sendirian di bangku panjang...
  • Dengan Segenap Hati
    Mazmur 86:11-17
    Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. (Mazmur 86:12) Seorang pemuda...
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...