Nilai Kehidupan

Nilai Kehidupan

Belum ada komentar 24 Views

Setiap kali mendengar atau bahkan menyaksikan seseorang yang meninggal dalam usia yang relatif muda, maka reaksi yang pertama muncul di benak orang adalah “sayang sekali mengapa hidupnya begitu pendek ?” Yang menentukan nilai kehidupan sebenarnya bukanlah panjangnya usia, melainkan mutunya. Hidup yang panjang adalah anugerah, kalau hidup itu dihayati dengan baik dan membentuk orang menjadi semakin bijaksana, suci dan penuh syukur. Hidup yang berkelimpahan dengan rasa syukur menurut Rasul Paulus adalah hidup yang “tetap” di dalam Kristus, pengertian lain dari kata “tetap” adalah hidup yang “berjalan” atau ”dekat” dengan Kristus, dengan kata lain, untuk dapat memiliki hidup yang tetap di dalam Dia, kita harus terus mengusahakannya dan tidak pasif. Selain itu iman kita harus berakar pada Yesus, ibarat akar tanaman yang mencengkram tanah dengan kuat sehingga pertumbuhan yang terjadi adalah pertumbuhan yang kuat pula (teguh).

Demikian pula, kita pun akan kuat menghadapi halangan dan rintangan dalam kehidupan ini jika hidup kita terus mengucap syukur. Permenungan ini bukan hanya sekadar memberi tahu kita akan arti nasihat Paulus, tetapi lebih dari itu yaitu mengajak kita melihat seberapa besar usaha untuk membangun iman kita selama ini agar kita tetap berjalan dekat dengan Tuhan? Apa saja yang sudah kita lakukan dan bagaimana dampaknya kita rasakan dalam pergumulan hidup kita? Bukankah semakin kita menyadari bahwa hidup ini berat dan tidak mudah, semakin besar pula usaha kita untuk makin mendekat kepada Tuhan?

Hidup berkualitas adalah hidup yang dekat dengan Tuhan, yang berakar dan dibangun di atas dasar Firman Tuhan dan senantiasa bersyukur.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Rumah Tanpa Alibi
    Matius 22:34-46
    Dalam bacaan ini, Yesus menghadapi pertanyaan dari orang-orang Farisi dan kemudian bertanya tentang identitas Mesias. Percakapan tersebut mengajak kita...
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...