Partisipasi Dalam Kejahatan

Wahyu 18:1-10, 19-20

Belum ada komentar 97 Views

“Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya (Why. 18:4).

Ciri hidup umat Kristen adalah mewujudkan kebenaran dan keadilan. Karena itu, setiap umat percaya berperan sebagai agen-agen pembaruan. Namun, bagaimana jika masyarakat di sekitar telah terbelenggu oleh dosa komunal dan struktural? Sifat dosa komunal menempatkan dosa sebagai budaya. Sedangkan dosa struktural menempatkan hal-hal yang tidak etis/amoral sebagai bagian dari kebijaksanaan sosial politis.

Wahyu pasal 18 menggambarkan kondisi kehidupan masyarakat menjelang Akhir Zaman seperti kota “Babel”. Kejahatan, percabulan, dan semua bentuk kecemaran saling berkelindan menjadi sistem. Bahkan, lingkup sistem tersebut tidak hanya bersifat lokal dan nasional, tetapi juga global. Wahyu 18:3 menyatakan bahwa semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul. Jalan keluarnya adalah umat percaya harus meninggalkan relasi dari kondisi tersebut. Sebab selama mereka berada di tengah-tengah pergaulan yang jahat itu mereka akan menerima hukuman.

Saat kita bersikap diam di tengah-tengah kejahatan sesungguhnya kita telah berpartisipasi dalam kejahatan. Walau seandainya kita tidak melakukan kejahatan, tetapi membiarkan kejahatan leluasa bertindak di depan kita, kita telah ambil bagian di dalamnya. Keluar dari situasi jahat berarti kita mampu mengkritisi dan menolak pola hidup cemar yang berlaku. Suara kenabian menegaskan bahwa kita bukan bagian dari kondisi jahat. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

DOA:
Bapa Surgawi, mampukanlah kami menjadi hamba kebenaran sehingga mampu mengkritisi dan menolak setiap nilai jahat dalam masyarakat. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 98; Dan. 3:1-18; Why. 18:1-10, 19-20
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Restart Rohani
    Kejadian 35:1-4
    “Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel. Aku akan membuat mezbah di sana bagi Allah yang telah menjawab aku...
  • Kuangkat Hatiku Kepada-Mu
    Mazmur 86:1-10
    Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat hatiku. (Mazmur 86:4) Seorang pria duduk sendirian di bangku panjang...
  • Dengan Segenap Hati
    Mazmur 86:11-17
    Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. (Mazmur 86:12) Seorang pemuda...
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...