THE TRUE WORSHIPERS

Yesaya 44:18-20

Belum ada komentar 73 Views

Orang yang sibuk dengan abu belaka, disesatkan oleh hatinya yang tertipu…. (Yes. 44:20)

Di Indonesia, marak dihelat ajang kompetisi untuk menjadi idola. Berbagai stasiun televisi merancang dan menayangkan beragam ajang pencarian bakat. Segmentasi industri hiburannya luas, menyasar usia anak-anak hingga orang dewasa. Talenta bernyanyi menempati segmen paling luas. Musik populer hingga musik dangdut. Terdapat juga bentuk kreativitas lain. Dari mulai ajang perlombaan Stand-up comedy hingga pemilihan putra- putri di level daerah, nasional sampai internasional. Menjadi pujaan hati yang digandrungi masyarakat luas, tampaknya masih sangat diminati.

Mengidolakan seseorang yang bertalenta tentu tidak ada salahnya. Namun, berbeda halnya jika pemujaan dilakukan secara berlebihan, bahkan menggantikan posisi Tuhan. Manusia adalah ciptaan, ia tentu punya keterbatasan dan sampai kapan pun tidak akan dapat menggantikan posisi Tuhan Sang Pencipta. Idolatry atau pemberhalaan inilah yang dengan keras ditentang oleh Allah. Hukum Tuhan jelas menyatakan untuk tidak menduakan Allah dengan membuat patung dan menyembahnya. Melalui Yesaya, Allah kembali menegaskan bahwa patung atau benda mati lainnya tidak akan memiliki kuasa. Selain kepada Allah, tidak ada ketundukan lain yang mampu menyelamatkan.

Sebagai umat-Nya, kita semua adalah worshipers, para penyembah Allah. Di tengah arus dunia yang diimingi berbagai gerlap kilau dan kemudahan instan, kita terus diajak untuk menjadi penyembah yang benar. [Pdt. Ayub Sektiyanto]

REFLEKSI:
Allah menghendaki kesungguhan dan ketulusan. Cara menyembah-Nya, bergantung pada alur spiritualitas masing-masing kita.

Ayat Pendukung: Mzm. 86:11-1; Yes. 44:18-20; Mat. 7:15-20
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menghormati Kekudusan-Nya
    Keluaran 3:1-12
    … tempat engkau berdiri itu adalah tanah yang kudus…Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. (Keluaran 3:5b,...
  • Kepada-Mu Aku Percaya
    Mazmur 31:1-5, 15-16
    Tetapi, aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” (Mazmur 31:15) Beriman kepada Tuhan bukan berarti tidak...
  • Apa Yang Engkau Kehendaki?
    Matius 20:17-28
    Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya, “Nyatakanlah supaya kedua anakku ini duduk di dalam Kerajaan-Mu, seorang di sebelah kanan-Mu...
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...