Unjuk Kasih Sayang

Wahyu 22:6-7; 18-20

Belum ada komentar 81 Views

Lalu Ia berkata kepadaku: “Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi.” (Why. 22:6)

Dalam Kitab Wahyu bisa didapati ada tiga gambar Yesus: tokoh seperti manusia yang penuh kuasa (psl. 1-3); Anak Domba yang disembelih (psl. 4-11); panglima perang surgawi (psl. 12-22). Gambar ketiga adalah gambaran yang paling lazim ditemukan dalam masyarakat kuno: Allah menggunakan kekuatan mengalahkan kejahatan. Namun, Kitab Wahyu berbeda. Begitu Sang Anak Domba tampil, maka Dialah yang menjadi tokoh utama. Melalui pembalikan seperti ini Kitab Wahyu ingin menekankan bahwa kejahatan dikalahkan bukan oleh panglima perang yang perkasa, melainkan oleh Anak Domba yang disembelih. Kisah perang dalam Wahyu 12:7-8 diakhiri dengan kisah kemenangan Sang Anak Domba (Why. 12:11).

Unjuk kekuatan dipatahkan oleh unjuk kasih sayang. Itulah jalan yang telah didemonstrasikan oleh Sang Anak Domba. Jalan inilah yangdigarisbawahi dalam bacaan kita, “Perkataan-perkataan ini tepat dan benar” (Why. 22:6), dan tidak boleh ditambahi atau dikurangi (Why. 22:18-19). Jalan ini adalah “sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba” (Why. 22:1).

Ketika umat menanti-nantikan datangnya Singa dari Yehuda, yang gagah perkasa (Why. 5:5), ternyata yang pada akhirnya hadir ditengah-tengah takhta kekuasaan adalah Sang Anak Domba yang tersembelih (Why. 5:6). Anak Domba itu memenangkan peperangan bukan dengan cara menaklukkan musuh-Nya, melainkan dengan melakukan tindakan yang benar, yaitu unjuk kasih sayang. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D.]

DOA:
Ya Tuhan Sang Anak Domba yang tersembelih, ajar kami meneladani diri-Mu untuk menebar kasih sayang, dan bukan kekuatan. Amin.

Ayat Pendukung: Luk. 1:46b-55; Yes. 33:17-22; Why. 22:6-7; 18-20
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ragi Farisi Dan Saduki
    Matius 16:5-12
    Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa Ia berbicara bukan supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang...
  • Berbakti Kepada Orangtua
    Kejadian 49:29-50:14
    Anak-anak Yakub melakukan baginya, seperti yang dipesankannya kepada mereka. (Kejadian 50:12) Salah satu bentuk penghormatan dan bakti seorang anak...
  • VOTUM
    Mazmur 124
    Pertolongan kita dalam nama TUHAN, yang menciptakan langit dan bumi. (Mazmur 124:8) Pada umumnya, ibadah dimulai dengan pengucapan votum....
  • Aku Mau, Aku Akan Datang
    Matius 8:1-13
    “Aku mau, jadilah tahir … Aku akan datang menyembuhkannya.” (Matius 8:3a, 7b) “Pak Pendeta, saya sudah tekun berdoa. Bahkan,...
  • Kemelut Mengubah Tabiat
    Kejadian 44:1-34
    Sekarang, biarlah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu. Namun, izinkanlah anak itu pulang bersama-sama saudara-saudaranya. (Kejadian...