Bukan Emosi Sesaat

Markus 10:17-22

Belum ada komentar 61 Views

Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. (Mrk. 10:22)

Johnny Cash dan June Carter adalah ikon kisah cinta romantis dari dunia musik country. Ketika mereka bertemu di sebuah pertunjukan musik, Johnny berkata kepada June, “Kamu dan aku akan menikah suatu hari nanti.” June tertawa dan berkata bahwa ia menanti saat itu. Perasaan cinta mereka bertumbuh cepat. Namun, jalannya ternyata tidak mudah. Johnny suka mabuk dan kecanduan obat amphetamine. Hal itu sangat menguji cinta mereka. Namun, mereka tidak pernah menyerah. Tentang June, Johnny berkata, “Ia mencintaiku tanpa syarat.” Mereka tetap bersama sampai mereka meninggal dengan selisih waktu hanya 4 bulan.

Mencintai memang bukan sekadar perasaan emosional sesaat pada pandangan pertama. Mencintai berarti selalu siap dengan segala konsekuensi dari cinta itu sendiri. Dalam teks Markus ini, seorang laki-laki datang kepada Yesus dengan penuh semangat. Ia ingin sekali mendapatkan hidup yang kekal. Namun, setelah Yesus memberitahukan apa yang harus diperbuatnya, termasuk menjual seluruh hartanya, ia pun kecewa dan segera pergi dengan sedih.

Untuk mengikut Yesus dan mendapatkan hidup yang kekal, memang bukan sekadar menuruti dorongan emosi sesaat atau gairah sentimental saja. Kita perlu menghitung seluruh harganya. Apakah kita sanggup bila kepada kita dituntut untuk meninggalkan segala kenyamanan hidup dan masuk dalam kehidupan seorang murid Yesus yang penuh dengan risiko? [Ibu Yessy Sutama]

REFLEKSI:
Sekadar “ingin” menjadi murid Yesus memang mudah, tetapi menjalaninya tidaklah mudah.

Ayat Pendukung: Mzm. 107:1-9, 43; Hos. 10:1-15; Mrk. 10:17-22
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...