Hidup Dalam Terang

1 Yohanes 2:7-11

Belum ada komentar 95 Views

Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. (1Yoh. 2:8)

Cinta dan benci mungkin dapat dikatakan sebagai dua sisi dari satu keping mata uang yang sama. Selalu berdampingan. Kedua hal itu selalu ada dalam diri setiap orang. Karena itu, setiap orang selalu punya pilihan untuk melakukan satu di antaranya.

Kematian Yesus di kayu salib adalah akibat dari kebencian mereka yang memusuhi-Nya. Saat yang sama, kematian-Nya justru menjadi bukti kasih Yesus kepada semua orang. Karena itu, mereka yang mendaku sebagai pengikut Yesus dipanggil untuk meneladani sikap Yesus. Kematian Yesus yang menjadi wujud kasih bagi semua orang menjadi penanda berakhirnya kegelapan. Kematian-Nya menjadi momen yang mengakhiri segala bentuk kebencian dan menjadi awal baru untuk setiap pengikut-Nya hidup dalam terang. Tanda bahwa setiap pengikut Yesus hidup dalam terang adalah kesediaan untuk saling mengasihi. Sikap hidup ini wajib dilakukan.

Orang Kristen bukan saja menjadi sebutan bagi mereka yang mengikut Yesus, melainkan sebagai pengingat akan hakikatnya. Orang Kristen adalah mereka yang sudah hidup dalam terang. Bukti bahwa orang Kristen hidup dalam terang adalah kesediaan untuk mengasihi semua orang. Semua orang adalah saudara, bukan musuh. Ini bukan pilihan. Ini kewajiban! Orang Kristen yang tidak melakukan hal ini berarti mengabaikan pengurbanan Yesus yang memberi hidup-Nya bagi semua orang. [Jan Calvin Pindo]

DOA:
Tuhan, terima kasih karena sudah membawa kami hidup dalam terang. Kami bertekad untuk hidup dalam terang dengan saling mengasihi. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 75; 2Raj. 2:15-22; 1Yoh. 2:7-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...