Hidup Dalam Terang

1 Yohanes 2:7-11

Belum ada komentar 98 Views

Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. (1Yoh. 2:8)

Cinta dan benci mungkin dapat dikatakan sebagai dua sisi dari satu keping mata uang yang sama. Selalu berdampingan. Kedua hal itu selalu ada dalam diri setiap orang. Karena itu, setiap orang selalu punya pilihan untuk melakukan satu di antaranya.

Kematian Yesus di kayu salib adalah akibat dari kebencian mereka yang memusuhi-Nya. Saat yang sama, kematian-Nya justru menjadi bukti kasih Yesus kepada semua orang. Karena itu, mereka yang mendaku sebagai pengikut Yesus dipanggil untuk meneladani sikap Yesus. Kematian Yesus yang menjadi wujud kasih bagi semua orang menjadi penanda berakhirnya kegelapan. Kematian-Nya menjadi momen yang mengakhiri segala bentuk kebencian dan menjadi awal baru untuk setiap pengikut-Nya hidup dalam terang. Tanda bahwa setiap pengikut Yesus hidup dalam terang adalah kesediaan untuk saling mengasihi. Sikap hidup ini wajib dilakukan.

Orang Kristen bukan saja menjadi sebutan bagi mereka yang mengikut Yesus, melainkan sebagai pengingat akan hakikatnya. Orang Kristen adalah mereka yang sudah hidup dalam terang. Bukti bahwa orang Kristen hidup dalam terang adalah kesediaan untuk mengasihi semua orang. Semua orang adalah saudara, bukan musuh. Ini bukan pilihan. Ini kewajiban! Orang Kristen yang tidak melakukan hal ini berarti mengabaikan pengurbanan Yesus yang memberi hidup-Nya bagi semua orang. [Jan Calvin Pindo]

DOA:
Tuhan, terima kasih karena sudah membawa kami hidup dalam terang. Kami bertekad untuk hidup dalam terang dengan saling mengasihi. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 75; 2Raj. 2:15-22; 1Yoh. 2:7-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • SIAPAKAH AKU?
    Matius 16:13-20
    Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Matius 16:15) Saat ini, media sosial telah menjadi salah...
  • Ragi Farisi Dan Saduki
    Matius 16:5-12
    Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa Ia berbicara bukan supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang...
  • Berbakti Kepada Orangtua
    Kejadian 49:29-50:14
    Anak-anak Yakub melakukan baginya, seperti yang dipesankannya kepada mereka. (Kejadian 50:12) Salah satu bentuk penghormatan dan bakti seorang anak...
  • VOTUM
    Mazmur 124
    Pertolongan kita dalam nama TUHAN, yang menciptakan langit dan bumi. (Mazmur 124:8) Pada umumnya, ibadah dimulai dengan pengucapan votum....
  • Aku Mau, Aku Akan Datang
    Matius 8:1-13
    “Aku mau, jadilah tahir … Aku akan datang menyembuhkannya.” (Matius 8:3a, 7b) “Pak Pendeta, saya sudah tekun berdoa. Bahkan,...