Kerajaan Allah: Bukan Lokasi dan Situasi

Lukas 4:16-21, Lukas 11:11-13

Belum ada komentar 377 Views

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lk. 4:21)

Kerajaan Allah adalah inti dari Injil sebagai pemberitaan Yesus Kristus. Prinsipnya sangat jelas. Kerajaan Allah bukanlah perihal lokasi atau situasi, melainkan relasi.

Kerajaan Allah bukanlah lokasi. Ia tidak menunjuk pada sebuah tempat istimewa yang serba-indah, serba-sempurna. Kita terbiasa memakai kata surga untuk menunjuknya. Tidak keliru, namun juga tidak sepenuhnya benar. Yesus sendiri berdoa, “Datanglah kerajaan-Mu, di bumi seperti di surga.” Jadi, kerajaan Allah bukan hanya soal surga, namun soal seluruh kenyataan di mana Allah meraja. Demikian pun, Ia menasihati, “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya” (Mat. 24:23).

Kerajaan Allah bukanlah situasi. Ia tidak menunjuk semata-mata pada kenyataan ideal yang kita impikan, sekalipun memang terdapat situasi-situasi yang menjadi tanda-tanda hadirnya kerajaan Allah. Di dalam Lukas 4, situasi tersebut ditunjukkan pada ayat 18-19, yaitu ketika orang-orang tawanan dibebaskan, orang buat mendapat penglihatan, orang tertindas dibebaskan, dan sebagainya.

Namun, kerajaan Allah utamanya dan pertama-tama adalah soal relasi. Allah Tritunggal adalah persekutuan tiga pribadi (Bapa, Anak, dan Roh Kudus), yang dengan cinta dan kuasa-Nya merengkuh ciptaan memasuki persekutuan ilahi tersebut. Itulah kerajaan Allah. Itu sebabnya, setelah memaparkan semua situasi hadirnya tanda-tanda kerajaan Allah, Yesus berkata, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Lk. 4:21). Semuanya berlangsung saat Yesus menyatakan kehendak Sang Bapa dalam kuasa Roh Kudus. Di dalam diri Yesus itulah genap seluruh kerajaan Allah. Di dalam diri Yesus itu, Roh Kudus menyatakan relasi Allah dan manusia berlangsung. Itulah kerajaan Allah.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...