Kerajaan Allah: Bukan Lokasi dan Situasi

Lukas 4:16-21, Lukas 11:11-13

Belum ada komentar 92 Views

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lk. 4:21)

Kerajaan Allah adalah inti dari Injil sebagai pemberitaan Yesus Kristus. Prinsipnya sangat jelas. Kerajaan Allah bukanlah perihal lokasi atau situasi, melainkan relasi.

Kerajaan Allah bukanlah lokasi. Ia tidak menunjuk pada sebuah tempat istimewa yang serba-indah, serba-sempurna. Kita terbiasa memakai kata surga untuk menunjuknya. Tidak keliru, namun juga tidak sepenuhnya benar. Yesus sendiri berdoa, “Datanglah kerajaan-Mu, di bumi seperti di surga.” Jadi, kerajaan Allah bukan hanya soal surga, namun soal seluruh kenyataan di mana Allah meraja. Demikian pun, Ia menasihati, “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya” (Mat. 24:23).

Kerajaan Allah bukanlah situasi. Ia tidak menunjuk semata-mata pada kenyataan ideal yang kita impikan, sekalipun memang terdapat situasi-situasi yang menjadi tanda-tanda hadirnya kerajaan Allah. Di dalam Lukas 4, situasi tersebut ditunjukkan pada ayat 18-19, yaitu ketika orang-orang tawanan dibebaskan, orang buat mendapat penglihatan, orang tertindas dibebaskan, dan sebagainya.

Namun, kerajaan Allah utamanya dan pertama-tama adalah soal relasi. Allah Tritunggal adalah persekutuan tiga pribadi (Bapa, Anak, dan Roh Kudus), yang dengan cinta dan kuasa-Nya merengkuh ciptaan memasuki persekutuan ilahi tersebut. Itulah kerajaan Allah. Itu sebabnya, setelah memaparkan semua situasi hadirnya tanda-tanda kerajaan Allah, Yesus berkata, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Lk. 4:21). Semuanya berlangsung saat Yesus menyatakan kehendak Sang Bapa dalam kuasa Roh Kudus. Di dalam diri Yesus itulah genap seluruh kerajaan Allah. Di dalam diri Yesus itu, Roh Kudus menyatakan relasi Allah dan manusia berlangsung. Itulah kerajaan Allah.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...
  • Jerih Payah Yang Tidak Sia-sia
    Wahyu 14:12-13
    Kata jerih payah artinya berupaya dengan sungguh-sungguh untuk sesuatu hasil yang maksimal. Rasul Yohanes menggunakan kata jerih Lelah dalam...