Kerajaan Allah: Bukan Lokasi dan Situasi

Lukas 4:16-21, Lukas 11:11-13

Belum ada komentar 7 Views

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lk. 4:21)

Kerajaan Allah adalah inti dari Injil sebagai pemberitaan Yesus Kristus. Prinsipnya sangat jelas. Kerajaan Allah bukanlah perihal lokasi atau situasi, melainkan relasi.

Kerajaan Allah bukanlah lokasi. Ia tidak menunjuk pada sebuah tempat istimewa yang serba-indah, serba-sempurna. Kita terbiasa memakai kata surga untuk menunjuknya. Tidak keliru, namun juga tidak sepenuhnya benar. Yesus sendiri berdoa, “Datanglah kerajaan-Mu, di bumi seperti di surga.” Jadi, kerajaan Allah bukan hanya soal surga, namun soal seluruh kenyataan di mana Allah meraja. Demikian pun, Ia menasihati, “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya” (Mat. 24:23).

Kerajaan Allah bukanlah situasi. Ia tidak menunjuk semata-mata pada kenyataan ideal yang kita impikan, sekalipun memang terdapat situasi-situasi yang menjadi tanda-tanda hadirnya kerajaan Allah. Di dalam Lukas 4, situasi tersebut ditunjukkan pada ayat 18-19, yaitu ketika orang-orang tawanan dibebaskan, orang buat mendapat penglihatan, orang tertindas dibebaskan, dan sebagainya.

Namun, kerajaan Allah utamanya dan pertama-tama adalah soal relasi. Allah Tritunggal adalah persekutuan tiga pribadi (Bapa, Anak, dan Roh Kudus), yang dengan cinta dan kuasa-Nya merengkuh ciptaan memasuki persekutuan ilahi tersebut. Itulah kerajaan Allah. Itu sebabnya, setelah memaparkan semua situasi hadirnya tanda-tanda kerajaan Allah, Yesus berkata, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Lk. 4:21). Semuanya berlangsung saat Yesus menyatakan kehendak Sang Bapa dalam kuasa Roh Kudus. Di dalam diri Yesus itulah genap seluruh kerajaan Allah. Di dalam diri Yesus itu, Roh Kudus menyatakan relasi Allah dan manusia berlangsung. Itulah kerajaan Allah.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kembali ke Kilometer Nol
    Yeremia 6:16, Yohanes 3:5-8
    Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik,...
  • (Tak) ‘Ku Tahu ‘Kan Hari Esok
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan...
  • Melampaui Usia, Menggugah Karya
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Tahukah Saudara arti kata ageisme? Ageisme atau ageism (dibaca : agis) adalah diskriminasi berdasarkan usia. Mungkin kita tidak familier...
  • Melampaui Stigma, Mencipta Persahabatan
    Setiap perjumpaan selalu melahirkan kesan baik yang positif maupun negatif. Kesan-kesan itu berkumpul, berkelindan, dan melekat sedemikian rupa sehingga...
  • Melampaui Ritualisme, Membangun Makna
    Ritualisme secara sederhana dapat diartikan mengerjakan rutinitasnya tetapi kehilangan tujuan dan maknanya. Seseorang memiliki kecenderungan membangun pola perilaku yang...