Pikiran Dan Iman

Mazmur 94

Belum ada komentar 73 Views

Ketika aku berpikir: “Kakiku goyang,” maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku. (Mzm. 94:18)

Akal budi untuk menerapkan pemikiran yang logis adalah pemberian Tuhan yang harus kita syukuri. Dengan akal budi, kita mampu merancang strategi, mempertanyakan masalah secara kritis, menimbang keuntungan dan kerugian, menggali informasi dan menciptakan inovasi-inovasi berupa alat-alat teknologi yang menolong karya hidup. Tetapi, akal budi pun memiliki kelemahan juga. Sebab, adakalanya, orang yang hanya menggunakan akal budinya semata dapat menjadi begitu tertekan ketika menjumpai permasalahan hidup yang tidak sesuai dengan idealisme atau teori yang dipikirkan dan dipegangnya erat-erat.

Dalam pergumulan hidupnya, pemazmur akhirnya sadar bahwa ia tidak dapat menggunakan akal pikirannya saja. Bukan berarti akal budi tidak berguna. Tetapi, tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan kehebatan pemikiran belaka. Pemazmur percaya bahwa pada akhirnya, Tuhan akan bertindak dan menyatakan kebaikan-Nya. Nyaris memang ia putus asa. Untung saja imannya telah menyelamatkan dan membangkitkan pengharapannya kembali.

Pada waktu mencari solusi bagi masalah hidup, kita harus melengkapi upaya berpikir kita dengan tindakan iman. Sebab tanpa iman, kita mudah berpikiran negatif, putus asa dan cepat menyimpulkan keadaan. Tetapi dengan iman, pikiran dan hati kita menjadi terbuka untuk menyadari bahwa pertolongan Tuhan tidaklah jauh dan akan dinyatakan pada saat-Nya. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apakah sewaktu mencari solusi bagi masalah hidup, iman kita pun hidup dan bertumbuh?

Ayat Pendukung: Mzm. 94; Rut 1:1-22; 1Tim. 5:1-8
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...
  • YANG TERBESAR
    Matius 18:1-5
    Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan...
  • Syukuri Masa Kini
    Bilangan 11:1-9
    Suatu ketika bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang kemalangan mereka. Mendengar itu menyalalah murka TUHAN. Lalu api TUHAN...
  • Mencintai Taurat
    Mazmur 119:97-104
    Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (Mazmur 119:97) Di jalanan, banyak orang tidak peduli pada aturan atau tata...
  • Iri Hati
    Matius 20:1-16
    “Tidakkah aku boleh mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Matius 20:15) Iri...