Rajin Itu Menular!

Amsal 21:1-17

Belum ada komentar 31 Views

Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. (Ams. 21:5)

“Pak pendeta, gilakah tanam cabe banyak begitu, memangnya mau makan cabe?” komentar heran warga jemaat salah seorang sahabat pendeta, ketika ia mulai bertani cabe. Tetapi, ketika ia memanen cabe dan membeli mobil, warga jemaat pun berkata, “Ternyata kita bisa membeli mobil dengan menanam cabe ya!”

Orang rajin pasti menginspirasi. Sebab, rajin itu membuka pintu sukses dan banyak orang ingin meniti jalan sukses. Pengamsal bersabda, “Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan.” Itu berarti, rajin saja belum cukup. Kerajinan harus disertai dengan perencanaan. Rencana yang cerdas akan membuat kerja keras menuai hasil maksimal. Sebaliknya, kerja yang tergesa-gesa, tanpa perencanaan, akan menuai kerugian atau kekurangan. Karena itu, dalam bekerja diperlukan perencanaan. Seorang pekerja perlu membuat tujuan, mengukur kapasitas, dan merancang proses atau tahapan mencapai tujuan. Dengan rencana yang matang dan kerja keras, niscaya harapan berbuah kenyataan.

Sahabat pendeta saya dapat membeli mobil dari bertanam cabe. Itu bisa terjadi karena dia sudah menghitung atau membuat perencanaan. Kerja keras berdasarkan perencanaan perlu dilakukan semua orang. Ketika kita tekun melakukan apa yang sudah kita rencanakan, maka hasil yang berlimpah bisa kita dapatkan. Bahkan, kerajinan dan cerita sukses kita akan menular. Warga jemaat dari kawan pendeta saya menjadi rajin bertani karena mereka tertular! [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Menularkan semangat kerja keras dan kerja cerdas, berarti membagi harapan yang sebetulnya dibutuhkan oleh setiap orang.

Ayat Pendukung: Mzm. 19; Ams. 21:1-17; Mat. 21:23-32
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kasih Karunia Yang Menobatkan
    Yehezkiel 33:10-16
    Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup,… Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan pada pertobatan...
  • Seruan dan Penyelamatan
    Mazmur 130
    Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan, TUHAN, siapakah yang dapat bertahan? (Mazmur 130:3) Dahulu ada seorang pria yang dikenal...
  • BUKTI IMAN
    Matius 9:27-34
    Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu seperti yang kamu percayai’.’ (Matius 9:29) Apakah iman membutuhkan bukti?...
  • Diam: Tanda Ketidakpedulian!
    Yesaya 42:14-21
    Banyak yang kaulihat, tetapi tidak kauperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yesaya 42:20) Diam itu emas? Broery Marantika...
  • ACTION: Bukti Keluasan Hati
    Mazmur 146
    TUHAN menjaga para pendatang, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik digagalkan-Nya. (Mazmur 146:9) Membaca kesaksian...