Rajin Itu Menular!

Amsal 21:1-17

Belum ada komentar 36 Views

Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. (Ams. 21:5)

“Pak pendeta, gilakah tanam cabe banyak begitu, memangnya mau makan cabe?” komentar heran warga jemaat salah seorang sahabat pendeta, ketika ia mulai bertani cabe. Tetapi, ketika ia memanen cabe dan membeli mobil, warga jemaat pun berkata, “Ternyata kita bisa membeli mobil dengan menanam cabe ya!”

Orang rajin pasti menginspirasi. Sebab, rajin itu membuka pintu sukses dan banyak orang ingin meniti jalan sukses. Pengamsal bersabda, “Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan.” Itu berarti, rajin saja belum cukup. Kerajinan harus disertai dengan perencanaan. Rencana yang cerdas akan membuat kerja keras menuai hasil maksimal. Sebaliknya, kerja yang tergesa-gesa, tanpa perencanaan, akan menuai kerugian atau kekurangan. Karena itu, dalam bekerja diperlukan perencanaan. Seorang pekerja perlu membuat tujuan, mengukur kapasitas, dan merancang proses atau tahapan mencapai tujuan. Dengan rencana yang matang dan kerja keras, niscaya harapan berbuah kenyataan.

Sahabat pendeta saya dapat membeli mobil dari bertanam cabe. Itu bisa terjadi karena dia sudah menghitung atau membuat perencanaan. Kerja keras berdasarkan perencanaan perlu dilakukan semua orang. Ketika kita tekun melakukan apa yang sudah kita rencanakan, maka hasil yang berlimpah bisa kita dapatkan. Bahkan, kerajinan dan cerita sukses kita akan menular. Warga jemaat dari kawan pendeta saya menjadi rajin bertani karena mereka tertular! [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Menularkan semangat kerja keras dan kerja cerdas, berarti membagi harapan yang sebetulnya dibutuhkan oleh setiap orang.

Ayat Pendukung: Mzm. 19; Ams. 21:1-17; Mat. 21:23-32
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...