Bertekun Membangun Jembatan

Ibrani 12:3-13

Belum ada komentar 67 Views

Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. (Ibr. 12:12-13)

Jembatan adalah analogi untuk komunikasi dan relasi yang mempersatukan manusia di tengah perbedaan. Perbedaan adalah fakta yang tidak bisa kita nafikan. Betapa indahnya hidup ini, bila perbedaan kita rayakan sebagai hadiah terindah dari Tuhan. Kehidupan pasti akan menjadi rukun dan damai.

Karena itu, dibutuhkan ketekunan untuk membangun jembatan. Teks yang kita baca saat ini, berbicara mengenai ketekunan dalam membangun iman. Mengapa dibutuhkan ketekunan? Sebab, ada persoalan dan tantangan. Maka, tangan dan lutut harus dikuatkan. Jalan juga harus diluruskan supaya tidak terpelecok. Membangun jembatan kebersamaan sebagai bagian dari kehidupan beriman juga membutuhkan ketekunan. Sebab, ada persoalan seperti fanatisme, kemiskinan, dan ketidakadilan yang merintangi. Semangat harus terus diperbesar, tangan yang terbuka untuk merangkul sesama yang berbeda harus diperkuat. Pemahaman kebersamaan pun harus terus diperdalam, sehingga jalan yang ditapaki bersama menjadi jalan lurus.

Gereja dan orang percaya di Indonesia harus terus bertekun membangun jembatan persaudaraan, justru karena ada banyak sekali tantangan. Meskipun kita dicurigai saat berbuat baik, kita harus terus berbuat baik. Sebab, jalan kebaikan itu diteladankan Yesus bagi kita. Dialog dan kerjasama mesti terus kita bangun sebagai jembatan, sebab melalui itu syak wasangka dikikis dan kepercayaan satu sama lain dipertebal. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Tidak mudah hidup bersesama, tetapi itulah pilihan yang paling logis. Bertekun di jalan persaudaraan, niscaya hidup akan lebih manis.

Ayat Pendukung: Mzm. 73:1-20; Ams. 11:1-31; Ibr. 12:3-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...
  • Akulah Domba-Nya, Itu Cukup Bagiku
    Mazmur 23
    TUHANlah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1) Domba tidak khawatir akan jalan yang ditempuhnya karena ia percaya kepada sang...
  • Mukjizat Terbesar
    Yohanes 21:1-14
    Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau?”...