Belajar Sabar Berkelanjutan

Nehemia 9:16-31

Belum ada komentar 68 Views

“Namun bertahun-tahun lamanya Engkau melanjutkan sabar-Mu terhadap mereka.” (Neh. 9:30)

Ada stiker WhatsApp bertuliskan ini: “Orang sabar pasti kesal.” Apakah Anda sudah pernah mendapatkan stiker itu? Memang, tidak salah bahwa orang sabar punya rasa kesal. Justru kalau sama sekali tidak ada rasa kesal, kualitas kesabaran agak dipertanyakan. Namun, orang sabar itu juga akan mengendalikan rasa kesalnya.

Pemazmur 103 menyadari TUHAN itu “penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia” (Mzm. 103:8). Dalam kisah Nehemia, kesadaran seperti Pemazmur ini dinyatakan oleh beberapa orang Lewi. Mereka berdoksologi, memuji dan memuliakan TUHAN yang telah melakukan pekerjaan- pekerjaan besar yang baik bagi umat Israel sejak dahulu kala. Mereka juga mengakui bahwa walaupun kasih setia TUHAN berlimpah atas kehidupan bangsa mereka, umat Israel berkali-kali melakukan kejahatan di hadapan TUHAN. “Namun bertahun- tahun lamanya Engkau melanjutkan sabar-Mu terhadap mereka,” demikian kata orang Lewi. Sungguh, itulah doksologi indah yang mengungkapkan kebenaran tentang TUHAN berdasarkan sejarah yang terjadi.

TUHAN telah menunjukkan kualitas kesabaran-Nya yang mahatinggi. Pada TUHAN ada sabar berkelanjutan yang tak terbatas. Kita seharusnya belajar kepada-Nya. Dengan memohon pertolongan Roh-Nya yang Kudus, kita mampu melanjutkan sabar kita terhadap apa pun yang membuat kita kecewa atau marah. Memang benar, orang sabar pasti kesal, tapi ia juga pasti punya damai yang kekal. [Pdt. Hendri M. Sendjaja]

DOA:
Ya Allah, tumbuhkanlah rasa sabar dalam diriku sehingga aku beroleh damai yang kekal. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 119:97-104; Neh. 9:16-31; Ef. 6:21-24
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...