Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan

Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13

Belum ada komentar 168 Views

Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan berbagai alasan. Di lain sisi kelebihan, kekuatan dicari orang bahkan dijadikan sosok hero yang dapat menyelesaikan segala persoalan dengan kekuatannya tanpa takut. Sosok hero menjadi pujaan, kita pun bermimpi memiliki kekuatan ya sama. “Seandainya saja, …”

Hidup orang beriman pun sering kali dipahami sebagai hidup yang sempurna tanpa kelemahan dan kekurangan misalnya seorang rohaniawan. Kekurangan atau kelemahan mereka sering kali direspon dengan keterkejutan dan dengan sedikit nyinyir berkata, “…ahhh pendeta juga manusia ternyata.” Apakah pernyataan ini menyiratkan harapan kita bahwa orang dalam posisi tertentu seperti Pendeta misalnya, hidup tanpa kelemahan dan kekurangan? Tentu tidak bukan!

Hati-hati dengan pemahaman bahwa orang harus kuat, harus bisa, harus sempurna. Orang yang demikian sama sekali tidak butuh Tuhan! Juga kalau kita memahami orang yang beriman itu harus kuat, jangan lemah, jangan sedih dan lainnya. Orang-orang yang demikian sama sekali tidak butuh Tuhan dalam hidupnya sebab segala sesuatu bergantung pada dirinya dan bukan Tuhan.

Paulus menuliskan di dalam kelemahan, aku bermegah sebab di dalam kelemahan itu- lah munculnya kesadaran akan kerapuhan, ketidakberdayaan dan kebutuhan kita yang mutlak akan Allah. Kemudian ia menuliskan “…sebab dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Kita tidak memuja kelemahan seperti kita tidak memuja kekuatan. Namun kita merangkul kemanusiaan kita yang terbatas dalam cinta Allah yang tak terbatas. Cinta Allah yang hadir dalam lemah kita dan disanalah kita menyadari betapa kita membutuhkan-Nya dalam hidup.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...