Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan

Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13

Belum ada komentar 13 Views

Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan berbagai alasan. Di lain sisi kelebihan, kekuatan dicari orang bahkan dijadikan sosok hero yang dapat menyelesaikan segala persoalan dengan kekuatannya tanpa takut. Sosok hero menjadi pujaan, kita pun bermimpi memiliki kekuatan ya sama. “Seandainya saja, …”

Hidup orang beriman pun sering kali dipahami sebagai hidup yang sempurna tanpa kelemahan dan kekurangan misalnya seorang rohaniawan. Kekurangan atau kelemahan mereka sering kali direspon dengan keterkejutan dan dengan sedikit nyinyir berkata, “…ahhh pendeta juga manusia ternyata.” Apakah pernyataan ini menyiratkan harapan kita bahwa orang dalam posisi tertentu seperti Pendeta misalnya, hidup tanpa kelemahan dan kekurangan? Tentu tidak bukan!

Hati-hati dengan pemahaman bahwa orang harus kuat, harus bisa, harus sempurna. Orang yang demikian sama sekali tidak butuh Tuhan! Juga kalau kita memahami orang yang beriman itu harus kuat, jangan lemah, jangan sedih dan lainnya. Orang-orang yang demikian sama sekali tidak butuh Tuhan dalam hidupnya sebab segala sesuatu bergantung pada dirinya dan bukan Tuhan.

Paulus menuliskan di dalam kelemahan, aku bermegah sebab di dalam kelemahan itu- lah munculnya kesadaran akan kerapuhan, ketidakberdayaan dan kebutuhan kita yang mutlak akan Allah. Kemudian ia menuliskan “…sebab dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Kita tidak memuja kelemahan seperti kita tidak memuja kekuatan. Namun kita merangkul kemanusiaan kita yang terbatas dalam cinta Allah yang tak terbatas. Cinta Allah yang hadir dalam lemah kita dan disanalah kita menyadari betapa kita membutuhkan-Nya dalam hidup.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Serving, Kekuatan Melayani
    Markus 10:35-45
    Apakah anda punya saudara sekandung? Zebedeus memiliki setidaknya 2 anak dalam bacaan kita yang rupanya senang menjadi pengikut Yesus....
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....