Hidup Sebagai Keluarga Allah

1 Timotius 3:14-16

Belum ada komentar 301 Views

Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. (1Tim. 3:15)

Timotius menerima surat dari Rasul Paulus, yang dikirimnya dari penjara, ketika ia sedang berada di Efesus. Paulus mengutus Timotius kepada jemaat Efesus karena di antara mereka ada pengajar-pengajar sesat, yang ajarannya telah memperdaya banyak orang dan merusak cara hidup mereka sebagai jemaat Allah. Mereka tidak lagi hidup sebagai sesama anggota keluarga yang harus saling mengasihi dan menghormati. Sebaliknya, di antara mereka justru terjadi ketegangan dan percekcokan.

Timotius diutus untuk mengingatkan jemaat Efesus akan status mereka sebagai anggota keluarga Allah, bagaimana mereka seharusnya hidup dan apa dasar kebenaran yang harus mereka pegang. Sehingga mereka tahu bagaimana mereka harus hidup; bagaimana mereka harus menghormati orang yang lebih tua atau yang lebih muda, tuan atau pelayan mereka; bagaimana mereka harus merawat saudara dan saudari mereka dalam Tuhan sama seperti keluarga mereka sendiri. Tugas itu tidaklah mudah, mengingat usia Timotius yang relatif masih muda. Meski demikian, Timotius bersedia menerima tugas tersebut. Mengapa? Karena ia mengasihi jemaat Efesus dan juga mengasihi Paulus, bapak rohaninya. Di atas semua itu, Timotius mengasihi Tuhan.

Kita sebagai anggota keluarga Allah, juga diberi tugas pengutusan untuk menjadi “penjaga” bagi sesama anggota keluarga Allah. Bersediakah kita? [Pdt. Lie Nah]

DOA:
Tolong kami ya Tuhan agar kami berani menyatakan kebenaran dan memelihara kasih persaudaraan dalam persekutuan kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 110:1-4; Ayb. 19:23-27; 1Tim. 3:14-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...