Hidup Sebagai Keluarga Allah

1 Timotius 3:14-16

Belum ada komentar 67 Views

Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. (1Tim. 3:15)

Timotius menerima surat dari Rasul Paulus, yang dikirimnya dari penjara, ketika ia sedang berada di Efesus. Paulus mengutus Timotius kepada jemaat Efesus karena di antara mereka ada pengajar-pengajar sesat, yang ajarannya telah memperdaya banyak orang dan merusak cara hidup mereka sebagai jemaat Allah. Mereka tidak lagi hidup sebagai sesama anggota keluarga yang harus saling mengasihi dan menghormati. Sebaliknya, di antara mereka justru terjadi ketegangan dan percekcokan.

Timotius diutus untuk mengingatkan jemaat Efesus akan status mereka sebagai anggota keluarga Allah, bagaimana mereka seharusnya hidup dan apa dasar kebenaran yang harus mereka pegang. Sehingga mereka tahu bagaimana mereka harus hidup; bagaimana mereka harus menghormati orang yang lebih tua atau yang lebih muda, tuan atau pelayan mereka; bagaimana mereka harus merawat saudara dan saudari mereka dalam Tuhan sama seperti keluarga mereka sendiri. Tugas itu tidaklah mudah, mengingat usia Timotius yang relatif masih muda. Meski demikian, Timotius bersedia menerima tugas tersebut. Mengapa? Karena ia mengasihi jemaat Efesus dan juga mengasihi Paulus, bapak rohaninya. Di atas semua itu, Timotius mengasihi Tuhan.

Kita sebagai anggota keluarga Allah, juga diberi tugas pengutusan untuk menjadi “penjaga” bagi sesama anggota keluarga Allah. Bersediakah kita? [Pdt. Lie Nah]

DOA:
Tolong kami ya Tuhan agar kami berani menyatakan kebenaran dan memelihara kasih persaudaraan dalam persekutuan kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 110:1-4; Ayb. 19:23-27; 1Tim. 3:14-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Putus Asa
    Kisah Para Rasul 27:13-38
    Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, … akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamat-...
  • Tuhan Tidak Peduli?
    Markus 4:35-41
    Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (Mrk. 4:38) Orang yang tidak...
  • Saat Badai Reda
    Mazmur 107:1-3, 23-32
    Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. (Mzm. 107:31) Pernah bepergian...
  • BERSERAH
    Kisah Para Rasul 21:1-16
    Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: “Jadilah kehendak Tuhan!” (Kis. 21:14) Orang yang teguh...
  • Kata Yang Menguatkan
    Kisah Para Rasul 20:1-16
    Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ. (Kis. 20:2) My mama said, “Life...