Bertobat dan Percayalah

Belum ada komentar 76 Views

Dalam pembacaan Injil minggu ini, Yesus mengatakan empat hal yang sangat tajam dan jelas. Dua yang pertama adalah pernyataan bahwa waktunya telah genap merujuk pada Kerajaan Allah yang sudah dekat Dan dua lainnya ialah tentang peringatan pertobatan dan percaya pada Injil (ay. 15).

Pertanyaannya, apa yang melatarbelakangi Yesus menyatakan hal tersebut? Jika kita membayangkan hidup di zaman Yesus, saat itu kekaisaran Romawi telah menguasai segalanya. Orang-onang hidup di bawah tekanan pemerintah yang tidak adil dan menganiaya. Kemiskinan, akses kesehatan yang sulit didapatkan, dan kelaparan menjadi hal yang biasa. Di tengah kesesakan itulah Yesus menyerukan Kerajaan Allah sudah dekat (ay. 15). Kata dekat yakni eggizo dalam bahasa Yunani berarti mendekati. Sederhananya, Yesus menyampaikan bahwa Allah sudah mendekati manusia. Maka la menyerukan pertobatan sebagai respons manusia untuk menyambut Allah.

Lebih menarik, dalam sejarah kehidupan bangsa Israel kata bertobat juga memiliki makna yang sama. Mendekati Allah. Pembuangan adalah konsekuensi dari dosa yang dilakukan, yang memisahkan bangsa itu dari bait Allah di Yerusalem. Pemisahan itu membuat bangsa Israel menjauhi Allah, akibatnya tidak ada damai sejahtera dalam hidup mereka. Maka kerinduan untuk kembali ke Yerusalem menjadi kerinduan untuk mendekati Allah kembali. Mendekatkan diri pada penyertaan-Nya yang setia.

Saudara, panggilan Yesus bukan hanya bertobat tetapi juga percaya pada Injil. Inti dari Injil adalah Tuhan Yesus sendiri. Yakni kehadiran Allah yang mendekati manusia mewujud dalam diri Yesus dan melalui-Nya manusia mengalami penyertaan Tuhan yang kekal.

Maka, kiranya apa pun situasi dan pergumulan yang Saudara hadapi, tidak menjadi penghalang bagi kita untuk terus mendekati Sang Allah yang selalu menyertai. Amin.

ANA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...