Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup

Lukas 2:29-30

Belum ada komentar 374 Views

Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi atau yang kita kenal dengan baik, termasuk anggota persekutuan iman kita. Kematian terasa begitu pekat membayangi kita. Entah sampai kapan. Di dalam pergumulan semacam itu, kisah perjumpaan bayi Yesus dan seorang senior bernama Simeon sangat menawan. Apa yang dituturkan oleh Simeon, setelah berjumpa dengan bayi Yesus dan bunda-Nya, menampilkan hakikat iman yang sehat. Kalimat pertama yang dikatakan Simeon adalah “Nunc dimittis!” Artinya, “Sekarang … biarkanlah pergi.” Ini ekspresi iman dari seorang yang siap mati. Kematian baginya tidaklah menakutkan karena ia telah berjumpa dengan Yesus, Sang Kehidupan.

Akan tetapi, perlu kita sungguh pahami bahwa Simeon bukanlah seorang yang ingin mati dan tak peduli lagi pada kehidupan. Ayat 25 menunjukkan bahwa ia begitu lama ”menantikan penghiburan bagi Israel.” Singkatnya, bukan hanya siap mati, Simeon pertama-tama adalah seorang beriman yang berani hidup. Dan itulah iman! Siap mati dan berani hidup.

Saya percaya inilah salah satu pesan terpenting dari Natal unik 2020 ini, Natal di masa pandemi. Dan semoga ini menjadi satu-satunya Natal yang kita alami di tengah kepungan pandemi. Siaplah selalu menjelang kematian, sekaligus beranilah untuk terus bertahan hidup. Dan itu berarti juga kita harus siap menghadapi kenyataan bahwa orang-orang yang kita kasihi mungkin harus pergi dari dunia ini, sekaligus kita harus berani memperjuangkan kehidupan mereka semampu kita.

Maka, selamat Natal, Saudara sekalian. Kiranya Natal tahun ini sungguh berarti buat Saudara sekalian. Semoga Sang Bayi Kudus itu memberi kita sekalian kesiapan untuk menghadapi kematian dan keberanian untuk memperjuangkan kehidupan. Amin.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...