Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup

Lukas 2:29-30

Belum ada komentar 71 Views

Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi atau yang kita kenal dengan baik, termasuk anggota persekutuan iman kita. Kematian terasa begitu pekat membayangi kita. Entah sampai kapan. Di dalam pergumulan semacam itu, kisah perjumpaan bayi Yesus dan seorang senior bernama Simeon sangat menawan. Apa yang dituturkan oleh Simeon, setelah berjumpa dengan bayi Yesus dan bunda-Nya, menampilkan hakikat iman yang sehat. Kalimat pertama yang dikatakan Simeon adalah “Nunc dimittis!” Artinya, “Sekarang … biarkanlah pergi.” Ini ekspresi iman dari seorang yang siap mati. Kematian baginya tidaklah menakutkan karena ia telah berjumpa dengan Yesus, Sang Kehidupan.

Akan tetapi, perlu kita sungguh pahami bahwa Simeon bukanlah seorang yang ingin mati dan tak peduli lagi pada kehidupan. Ayat 25 menunjukkan bahwa ia begitu lama ”menantikan penghiburan bagi Israel.” Singkatnya, bukan hanya siap mati, Simeon pertama-tama adalah seorang beriman yang berani hidup. Dan itulah iman! Siap mati dan berani hidup.

Saya percaya inilah salah satu pesan terpenting dari Natal unik 2020 ini, Natal di masa pandemi. Dan semoga ini menjadi satu-satunya Natal yang kita alami di tengah kepungan pandemi. Siaplah selalu menjelang kematian, sekaligus beranilah untuk terus bertahan hidup. Dan itu berarti juga kita harus siap menghadapi kenyataan bahwa orang-orang yang kita kasihi mungkin harus pergi dari dunia ini, sekaligus kita harus berani memperjuangkan kehidupan mereka semampu kita.

Maka, selamat Natal, Saudara sekalian. Kiranya Natal tahun ini sungguh berarti buat Saudara sekalian. Semoga Sang Bayi Kudus itu memberi kita sekalian kesiapan untuk menghadapi kematian dan keberanian untuk memperjuangkan kehidupan. Amin.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...