Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup

Lukas 2:29-30

Belum ada komentar 122 Views

Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi atau yang kita kenal dengan baik, termasuk anggota persekutuan iman kita. Kematian terasa begitu pekat membayangi kita. Entah sampai kapan. Di dalam pergumulan semacam itu, kisah perjumpaan bayi Yesus dan seorang senior bernama Simeon sangat menawan. Apa yang dituturkan oleh Simeon, setelah berjumpa dengan bayi Yesus dan bunda-Nya, menampilkan hakikat iman yang sehat. Kalimat pertama yang dikatakan Simeon adalah “Nunc dimittis!” Artinya, “Sekarang … biarkanlah pergi.” Ini ekspresi iman dari seorang yang siap mati. Kematian baginya tidaklah menakutkan karena ia telah berjumpa dengan Yesus, Sang Kehidupan.

Akan tetapi, perlu kita sungguh pahami bahwa Simeon bukanlah seorang yang ingin mati dan tak peduli lagi pada kehidupan. Ayat 25 menunjukkan bahwa ia begitu lama ”menantikan penghiburan bagi Israel.” Singkatnya, bukan hanya siap mati, Simeon pertama-tama adalah seorang beriman yang berani hidup. Dan itulah iman! Siap mati dan berani hidup.

Saya percaya inilah salah satu pesan terpenting dari Natal unik 2020 ini, Natal di masa pandemi. Dan semoga ini menjadi satu-satunya Natal yang kita alami di tengah kepungan pandemi. Siaplah selalu menjelang kematian, sekaligus beranilah untuk terus bertahan hidup. Dan itu berarti juga kita harus siap menghadapi kenyataan bahwa orang-orang yang kita kasihi mungkin harus pergi dari dunia ini, sekaligus kita harus berani memperjuangkan kehidupan mereka semampu kita.

Maka, selamat Natal, Saudara sekalian. Kiranya Natal tahun ini sungguh berarti buat Saudara sekalian. Semoga Sang Bayi Kudus itu memberi kita sekalian kesiapan untuk menghadapi kematian dan keberanian untuk memperjuangkan kehidupan. Amin.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...
  • Jerih Payah Yang Tidak Sia-sia
    Wahyu 14:12-13
    Kata jerih payah artinya berupaya dengan sungguh-sungguh untuk sesuatu hasil yang maksimal. Rasul Yohanes menggunakan kata jerih Lelah dalam...