Memberi Diri Hingga Terluka?

Belum ada komentar 82 Views

Yesus mempunyai banyak pengikut yang ingin dimuliakan di Surga, tetapi hanya sedikit yang bersedia memanggul salib-Nya. Banyak yang ingin menikmati penghiburan Yesus, tetapi hanya sedikit yang sanggup menderita sengsara bersama-Nya. Banyak orang mencintai Yesus selama mereka tidak mengalami kesukaran. Banyak yang memuji dan meluhurkan Yesus, selama mereka menerima penghiburan dari pada-Nya. Tetapi apabila mereka ditinggalkan Yesus sendirian, meskipun hanya sebentar saja, maka mulailah mereka berkeluh kesah atau jatuh ke dalam lembah kesedihan.

Ketaatan pada kehendak Bapa di Surga diungkap Yesus dengan memberi diri hingga terluka. Ia tidak mencari penghiburan bagi diri-Nya sendiri, baik di waktu-waktu sengsara maupun kala memperoleh penghiburan, Ia tetap memuji dan meluhurkan Allah. Ketaatan Kristus pada hakikatnya dilandasi oleh pengosongan diri-Nya sebagai Anak Allah. Walaupun Dia memiliki hak ilahi yang khusus, Kristus lebih memilih untuk memerankan karya keselamatan Allah dengan cara merendahkan diri-Nya dan wafat di atas kayu salib. Selaku umat percaya seharusnya kita meneladani sikap Tuhan Yesus yang selalu mengedepankan sikap pengosongan diri sehingga kita dimampukan untuk menyingkirkan dan membuang segala bentuk egoisme diri dan sekaligus dimampukan untuk bersedia berkurban.

Bagaimanakah dengan kita, bersediakah memberi diri hingga terluka ketika berbenturan dengan sesuatu yang menyakitkan ? Semua ini hanya mungkin kita lakukan jika ketaatan kita kepada Tuhan dilandasi oleh sikap pengosongan diri sehingga berbagai hal yang menyakitkan hati dapat kita terima dengan penuh kasih, dan kita tetap setia melakukan kehendak Allah sampai pada akhirnya.

T.T.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...