Yesus Raja dan Gembala

Yehezkiel 34:11-16, 20-24

Belum ada komentar 543 Views

Minggu ini adalah Minggu Kristus Raja, akhir tahun liturgi gereja. Minggu depan adalah Adven I, awal tahun gereja. Gelar Yesus dalam penceritaan Matius bergeser dari Anak Manusia menjadi Raja dan Hakim (31). Ia adalah penguasa kerajaan Sorga mulia. Ia menempati tahta kemuliaan-Nya. Dalam kisah yang sama, Yesus dihayati juga sebagai Sang Gembala, Sang Pemilik dan Sang Pemelihara. Ia memiliki, berkuasa, mengadili, tetapi juga memelihara

Dengan keadilan-Nya, Ia memisahkan domba (si baik) dari kambing (si jahat). Dengan kekuasaan-Nya, Ia memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan. Ia melawan gembala palsu, yang tidak memikirkan domba-dombanya. Ia tidak hanya menghukum, melainkan memberi kesempatan umat-Nya seperti layaknya Sang Gembala. Ia memperhatikan, mencari, menyelamatkan, membawa keluar dari cengkeraman gembala palsu. Ia melakukan tindakan penyelamatan sebagai bentuk kasih dan kesempatan bagi dombanya yang terancam dan tertindas. Tidak hanya itu, Ia berjanji membawanya pulang, membalut yang terluka, menguatkan yang sakit, melindungi yang gemuk dan kuat, membaringkan mereka, dan mengerjakan tugas Gembala Sejati. Yang diinginkan-Nya adalah umat-Nya selamat, berkeadilan, dan sejahtera (Yehezkiel).

Dalam pemahaman eklesiologi GKI, Kristus adalah Kepala Gereja. Kepala Gereja kita adalah juga Raja dan Gembala kita. Ia memperjuangkan keselamatan, keadilan, dan kesejahteraan. Mari kembali bercermin! Apakah kita, gereja-Nya, sebagai pribadi maupun keluarga Allah, ikut bersama-Nya dan menjadi domba-domba yang baik, alih-alih menjadi kambing yang jahat atau gembala palsu? Apakah gereja mengupayakan keadilan dan kesejahteraan sebagai umat yang diselamatkan dalam setiap sendi pelayanannya? Apakah kolektif-kolegial, kesetaraan, kasih, keadilan, dan perdamaian menjadi nafas pelayanan gereja?

Dalam konteks bermasyarakat, apakah gereja diam saat ketidakadilan terjadi? Saat orang-orang terluka membutuhkan balutan, saat orang lain membutuhkan perlindungan, saat si tawar hati kehilangan asa, saat si sakit membutuhkan papahan dan bahu untuk bersandar? Raja dan Gembala kita tidak ingin kita memandang ke langit. Pandanglah dunia dan ikutlah apa yang Ia lakukan! Pandanglah dunia dan berkaryalah demi keadilan dan kesejahteraan karena kita telah diselamatkan! Berilah dirimu menjadi perpanjangan tangan-Nya, sehingga dunia mengenal kasih dan keadilan Raja dan Gembala kita, Yesus Kristus!
BA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...