Yesus Raja dan Gembala

Yehezkiel 34:11-16, 20-24

Belum ada komentar 271 Views

Minggu ini adalah Minggu Kristus Raja, akhir tahun liturgi gereja. Minggu depan adalah Adven I, awal tahun gereja. Gelar Yesus dalam penceritaan Matius bergeser dari Anak Manusia menjadi Raja dan Hakim (31). Ia adalah penguasa kerajaan Sorga mulia. Ia menempati tahta kemuliaan-Nya. Dalam kisah yang sama, Yesus dihayati juga sebagai Sang Gembala, Sang Pemilik dan Sang Pemelihara. Ia memiliki, berkuasa, mengadili, tetapi juga memelihara

Dengan keadilan-Nya, Ia memisahkan domba (si baik) dari kambing (si jahat). Dengan kekuasaan-Nya, Ia memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan. Ia melawan gembala palsu, yang tidak memikirkan domba-dombanya. Ia tidak hanya menghukum, melainkan memberi kesempatan umat-Nya seperti layaknya Sang Gembala. Ia memperhatikan, mencari, menyelamatkan, membawa keluar dari cengkeraman gembala palsu. Ia melakukan tindakan penyelamatan sebagai bentuk kasih dan kesempatan bagi dombanya yang terancam dan tertindas. Tidak hanya itu, Ia berjanji membawanya pulang, membalut yang terluka, menguatkan yang sakit, melindungi yang gemuk dan kuat, membaringkan mereka, dan mengerjakan tugas Gembala Sejati. Yang diinginkan-Nya adalah umat-Nya selamat, berkeadilan, dan sejahtera (Yehezkiel).

Dalam pemahaman eklesiologi GKI, Kristus adalah Kepala Gereja. Kepala Gereja kita adalah juga Raja dan Gembala kita. Ia memperjuangkan keselamatan, keadilan, dan kesejahteraan. Mari kembali bercermin! Apakah kita, gereja-Nya, sebagai pribadi maupun keluarga Allah, ikut bersama-Nya dan menjadi domba-domba yang baik, alih-alih menjadi kambing yang jahat atau gembala palsu? Apakah gereja mengupayakan keadilan dan kesejahteraan sebagai umat yang diselamatkan dalam setiap sendi pelayanannya? Apakah kolektif-kolegial, kesetaraan, kasih, keadilan, dan perdamaian menjadi nafas pelayanan gereja?

Dalam konteks bermasyarakat, apakah gereja diam saat ketidakadilan terjadi? Saat orang-orang terluka membutuhkan balutan, saat orang lain membutuhkan perlindungan, saat si tawar hati kehilangan asa, saat si sakit membutuhkan papahan dan bahu untuk bersandar? Raja dan Gembala kita tidak ingin kita memandang ke langit. Pandanglah dunia dan ikutlah apa yang Ia lakukan! Pandanglah dunia dan berkaryalah demi keadilan dan kesejahteraan karena kita telah diselamatkan! Berilah dirimu menjadi perpanjangan tangan-Nya, sehingga dunia mengenal kasih dan keadilan Raja dan Gembala kita, Yesus Kristus!
BA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan