Kerajaan Maut

Samakah Arti Neraka dan Kerajaan Maut?

Belum ada komentar 945 Views

Pak Pendeta yang budiman,
Mohon pencerahan mengenai beberapa hal:

  1. Samakah arti Neraka dan Kerajaan Maut; dan siapakah yang menciptakannya, Allah atau Iblis?
  2. Selain kedua hal tersebut, apakah kita juga mengakui adanya Api Penyucian? Alasannya, kalau Yesus pernah turun ke dalam Kerajaan Maut (pengakuan iman rasuli), apakah misi-Nya? Bukankah Kerajaan Maut merupakan kartu mati/tinggal tunggu penghakiman akhir?
  3. Sudah cukupkah manusia menerima keselamatan dengan dibaptis/mengaku percaya dan beriman teguh? Apakah pertumbuhan rohani mutlak diperlukan? Selain itu, apakah ada hal-hal yang harus menjadi prioritas utama kita sebagai manusia Kristen yang berkenan di hadapan-Nya, sebab Yesus sendiri pernah berkata di dalam Mat. 7:21-23: “Enyahlah …” Padahal ayat 22 menunjukkan bahwa banyak orang sudah bisa bernubuat, mengusir setan dan mengadakan mukjizat; semua dalam nama-Nya?

Nuhun, Pak Pendeta.

Nia Gatugapan/3138

Nia yang baik,

  1. Dunia orang mati atau alam maut dalam Alkitab disebut: Syeol (Ibrani) atau Hades (Yunani), sedangkan neraka disebut Gehena (Yunani), sebuah tempat yang digambarkan dengan api yang menyala atau tempat yang paling gelap (Mat. 22:13). Ada yang menganggap neraka adalah bagian dari kerajaan maut, tetapi kalau kita memerhatikan Wahyu 20:14, nampaknya neraka bukan bagian dari kerajaan maut, karena maut dan kerajaan maut dilempar ke dalam neraka.Pertanyaannya, apakah neraka itu merujuk ke suatu tempat tertentu atau sebenarnya keadaan tertentu? Saya lebih melihat neraka itu sebagai suatu keadaan, yaitu keterpisahan dari Allah/Kristus. Keadaan terpisah dari Allah adalah suatu keadaan yang sangat mengerikan, mirip tempat dengan api yang menyala atau suatu tempat yang paling gelap dan penuh kertak gigi.

    Sebaliknya, lawan neraka biasanya disebut orang surga, juga sebuah keadaan di mana orang bersekutu dan masuk dalam rangkulan kasih Allah. Inilah keadaan yang sangat indah. Apakah neraka atau surga ini merujuk ke suatu tempat tertentu bagi saya tidaklah penting. Yang lebih penting dan justru mau diberitakan adalah keadaannya.

  2. Dalam agama Kristen kita memahami bahwa penebusan Kristus itu cukup! Karena itu kita tidak mengenal adanya api penyucian. Yesus turun ke dalam kerajaan maut, maksudnya: Yesus sungguh mati (mengalami maut). Dia turun ke dalam kerajaan maut untuk mengalahkan maut. Kebangkitan Yesus (dari kematian/maut) adalah bukti bahwa Yesus sudah mengalahkan maut.
  3. Keselamatan adalah anugerah Allah di dalam Yesus Kristus. Kita tidak bisa mengupayakannya, hanya bisa menerimanya dalam percaya. Lalu apakah perlu pertumbuhan rohani? Jelas perlu, tetapi pertumbuhan rohani ini bukan untuk mendapatkan keselamatan. Justru karena sudah diselamatkan itulah kita harus bertumbuh secara rohani sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah yang sudah menyelamatkan kita. Sulit dipahami bahwa orang memercayai Allah tetapi tidak mengupayakan pertumbuhan rohani, padahal kita tahu bahwa Allah menginginkan hal itu.

>> Pdt. Rudianto Djajakartika

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Pastoralia
  • Kerajaan Maut
    Tentang Baptisan Ulang
    Pak Pendeta yang baik, Bapak Pendeta yang baik, Mohon penjelasannya untuk beberapa hal yang masih membingungkan saya: Bukankah semua...
  • upacara gereja
    Pernikahan Beda Agama
    Pak Pendeta yang baik, Perkenankan saya bertanya: Apa dasar pertimbangan GKI Pondok Indah membuka diri untuk memberkati pernikahan pasangan...
  • Kerajaan Maut
    Berdamai Dengan Saudara
    Bapak Pendeta yang baik, Di Matius 5:23-24 tertulis: Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau...
  • Iman Tidak Bertumbuh?
    Iman Tidak Bertumbuh?
    Pak Pendeta yang budiman, Abraham sebagai bapak beriman, sangat taat kepada Elohim. Dialog-dialognya dengan Allah begitu jelas, entah itu...
  • Siapa Penghuni Surga?
    Pak Pendeta yang budiman, Kisah Para Rasul 10 mengisahkan seorang perwira Romawi yang saleh dan murah hati/bersedekah/dermawan. Perwira itu,...
Kegiatan