percaya yang benar

Percaya yang benar…!

Kejadian 15:1-6

Belum ada komentar 252 Views

Percaya yang benar? Apakah ada percaya yang kurang bahkan tidak benar? Rupanya ada, karena bila tidak mengapa dikatakan dalam ayat 6: “Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Oleh karena itu marilah kita belajar dari bagaimana Abraham percaya.

Pertama-tama, percaya Abraham bukanlah percaya secara umum: aku percaya bahwa Tuhan ada. Percaya Abraham adalah percaya yang berdasar pada relasinya dengan Tuhan: aku percaya kepada Tuhan yang mengenal dan menyapaku, serta berkenan untuk kukenal. Percaya Abraham juga bukan percaya teoritis: kalau Tuhan ada maka mestinya IA peduli pada siapapun yang percaya kepada-Nya. Percaya Abraham adalah percaya praktis: Abraham memercayakan segenap hidupnya kepada Tuhan.

Maka percaya Abraham bukanlah hanya percaya bahwa janji Tuhan akan keturunan pasti terjadi. Tetapi percaya bahwa apa pun yang terjadi ia dapat memegangi apapun janji Tuhan dan memasrahkan segelanya kepada Tuhan. Itu sebabnya kemudian Abraham tak pernah goyah lagi walau sempat bertanya-tanya, apakah yang dimaksud Tuhan sebagai keturunannya adalah Ismael, anaknya dengan Hagar. Bahkan ketika ia diminta Tuhan untuk menyerahkan Ishak sebagai kurban persembahan, Abraham menaatinya walau dengan hati yang remuk.

Percaya Abraham adalah percaya yang hanya bisa terjadi karena relasinya dengan Tuhan. Percaya yang hanya bisa nyata karena ia bersahabat dengan Tuhan. Kita pun. Percaya kita mestinya terjadi karena relasi kita dengan Tuhan. Percaya yang hanya bisa nyata karena kita bersahabat dengan Tuhan. Sehingga apa pun yang terjadi, betapa pun sulit dan beratnya, kita boleh memegangi janji-janji Tuhan, serta memercayakan hidup kepada-Nya.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...